Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pasokan Nikel Diperkirakan Luber hingga 2028

JUMAT, 06 JUNI 2025 | 07:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kelebihan pasokan di pasar nikel global diperkirakan terus berlanjut selama beberapa tahun ke depan. 

Hal ini disebabkan perluasan kapasitas produksi sementara pertumbuhan permintaan melambat. 

Indonesia adalah produsen terbesar di dunia dengan pangsa pasar sekitar 63 persen. Pasokan nikel di tanah air melonjak, menyebabkan harga acuan turun setengahnya selama tiga tahun terakhir.


"Pasar mengalami oversupply, dan di Indonesia, beberapa proyek yang sedang direncanakan akan segera selesai, sehingga meningkatkan kapasitas produksi," kata analis Macquarie, Jim Lennon, dalam sebuah konferensi industri yang diselenggarakan Shanghai Metals Market di Jakarta, dikutip dari Reuters, Jumat 5 Juni 2025.

Lennon memperkirakan surplus akan terus berlanjut hingga 2027-2028.

Kemain, kontrak nikel yang paling aktif diperdagangkan di London Metal Exchange diperdagangkan 15.380 Dolar AS per metrik ton. 

Lennon mengatakan level 15.000 Dolar AS adalah kunci bagi biaya industri. Setelah pemotongan produksi dimulai pada 2022-2023, setengah dari produsen yang ada berisiko jika harga jatuh di bawah level tersebut.

Sementara itu, pertumbuhan permintaan nikel terbebani oleh lonjakan penggunaan baterai lithium iron phosphate yang lebih murah.

Analis memangkas estimasi permintaan nikel sektor baterai pada 2030 menjadi 967.000 ton, dibandingkan perkiraan konsensus industri sebesar 1,5 juta ton dua tahun lalu.

Sektor baterai mengonsumsi 518.000 ton nikel tahun lalu.

Denis Sharypin, Strategic Marketing Director Nornickel Rusia, mengatakan penurunan harga akibat kelebihan pasokan menandakan sekitar seperempat produsen nikel secara global mengalami kerugian berdasarkan cash-cost.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya