Berita

Kebersamaan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri/Ist

Politik

Berjalan di Belakang Megawati, Gibran Kehilangan Marwah Wapres

SELASA, 03 JUNI 2025 | 09:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti momen kebersamaan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri pada Senin 2 Juni 2025.

Rocky menyebut kehadiran para tokoh dalam acara kenegaraan tersebut merupakan hal yang wajar. Namun ia menilai terdapat dinamika politik yang menarik dari segi bahasa tubuh, terutama pada posisi Gibran saat prosesi berjalan menuju panggung.

“Yang jadi sorotan adalah ketika Gibran, sebagai wakil presiden, justru berjalan di belakang Megawati. Ini menimbulkan kesan bahwa secara moral, Gibran seolah kehilangan standing politik untuk berjalan sejajar,” kata Rocky lewat kanal YouTube miliknya, Selasa 3 Juni 2025.


Rocky mengaitkan hal tersebut dengan ketegangan politik antara PDIP dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi dan Gibran. 

Menurut Rocky, Gibran kini lebih dilihat sebagai representasi politik dari Jokowi, bukan sebagai sosok independen dalam kekuasaan.

Rocky menilai, ketegangan politik lebih mudah terbaca lewat gestur dan bahasa tubuh daripada melalui pernyataan diplomatis. 

Rocky juga menyebut Gibran tampak canggung dalam momen tersebut, terutama saat berjalan di belakang Megawati dan Presiden Prabowo. 

“Jadi kelihatannya sosok Gibran kehilangan marwahnya karena problem-problem sebelumnya," pungkas Rocky.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya