Berita

Citra satelit menunjukkan apa yang tampak seperti balon putih mengambang di atas kapal perang Korea Utara yang terdampar akibat kerusakan setelah peluncuran yang gagal, di Chongjin, Korea Utara/Net

Dunia

Korut Tempatkan Balon-balon Misterius ke Kapal Perang yang Terdampar

MINGGU, 01 JUNI 2025 | 12:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Korea Utara kembali menjadi sorotan setelah citra satelit terbaru mengungkap keberadaan lebih dari selusin benda mirip balon yang dikerahkan di sekitar kapal perangnya yang rusak, kapal seberat 5.000 ton yang terdampar miring di kota pelabuhan Chongjin.

Kapal perusak terbaru yang awalnya digadang-gadang sebagai simbol keberhasilan modernisasi angkatan laut Korea Utara ini mengalami musibah saat peluncuran pada 21 Mei lalu, ketika buritan kapal meluncur terlalu dini ke dalam air, menghancurkan bagian lambung dan menyebabkan kapal setengah tenggelam.

Menurut citra satelit dari Maxar Technologies, belasan objek putih seperti balon terlihat tersebar di sekitar kapal.


Pakar pertahanan menduga benda-benda ini bisa jadi adalah versi kecil dari pesawat aerostat, balon berisi gas pengangkat yang biasanya digunakan untuk mengapung di udara atau air. Namun, tujuan pasti pemasangan balon ini masih menjadi tanda tanya.

“Sepertinya balon-balon itu dipasang bukan untuk mengapungkan kembali kapal, tetapi untuk mencegah kapal agar tidak tenggelam lagi,” kata Rep. Yu Yong-weon, anggota parlemen Majelis Nasional Korea Selatan dan analis militer, seperti dimuat CNN pada Minggu, 1 Juni 2025.

Sementara itu, Carl Schuster, kapten Angkatan Laut Amerika Serikat yang sudah pensiun menduga balon itu digunakan untuk mengurangi tekanan dari kap yang terdampar.

“Jika benda-benda itu memang balon, benda-benda itu dapat memiliki satu dari dua tujuan, baik untuk mencegah pengintaian pesawat nirawak tingkat rendah hingga menengah, atau untuk mengurangi tekanan pada bagian kapal yang masih terdampar di dermaga.”

Nick Childs, peneliti senior di Institut Internasional untuk Studi Strategis, memberikan peringatan keras terkait penggunaan balon.

“Kemungkinan besar kapal tersebut berada di bawah tekanan yang cukup besar. Mengangkatnya dari atas dapat memperparah tekanan tersebut.” ujarnya seraya menyebut prosedur penyelamatan biasanya dilakukan dengan memberikan daya apung dari dalam kapal terlebih dahulu, bukan dari luar.

Decker Eveleth, analis riset dari CNA, menggambarkan kondisi kapal sebagai mimpi buruk bagi para penyelamat.

“Menempatkannya setengah di dalam dan setengah di luar air pada dasarnya adalah situasi terburuk yang mungkin terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, menarik bagian yang tenggelam berisiko memutar dan mematahkan lunas kapal, yang dapat membuat seluruh kapal tidak bisa diselamatkan.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang menyaksikan langsung peluncuran gagal tersebut, menyebut insiden ini sebagai tindakan kriminal dan memerintahkan perbaikan segera sebelum sidang pleno Partai Buruh Korea pada akhir Juni.

Kim menekankan bahwa perbaikan ini adalah masalah kehormatan nasional.

Media pemerintah Korea Utara KCNA melaporkan kerusakan tidak separah yang dikhawatirkan, meskipun sebagian air laut sudah masuk ke buritan kapal. Mereka memperkirakan perbaikan bisa selesai dalam 10 hari.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Mahkota Peradaban adalah Kemanusiaan

Senin, 26 Januari 2026 | 17:59

Thomas Djiwandono Ulas Arah Kebijakan Ekonomi di Hadapan DPR

Senin, 26 Januari 2026 | 17:49

Pemkab Bekasi Larang Developer Bangun Rumah Baru

Senin, 26 Januari 2026 | 17:46

Pengamat: SP3 Eggi Sudjana Perlu Dikaji Ulang

Senin, 26 Januari 2026 | 17:31

Adies Kadir Diusulkan jadi Calon Hakim MK Gantikan Arief Hidayat

Senin, 26 Januari 2026 | 17:26

Oknum TNI AL Pengeroyok Buruh di Talaud Bakal Ditindak Tegas

Senin, 26 Januari 2026 | 17:13

KLH Tunggu Langkah Kementerian Lain soal Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Senin, 26 Januari 2026 | 16:58

Noel Ebenezer Ingatkan Purbaya: Ada Pesta Bandit Terganggu

Senin, 26 Januari 2026 | 16:53

Longsor Watukumpul

Senin, 26 Januari 2026 | 16:51

Habiburokhman: Rekomendasi DPR kepada Polri Bersifat Mengikat

Senin, 26 Januari 2026 | 16:42

Selengkapnya