Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Harga Emas Dunia Stabil Setelah Risalah The Fed Isyaratkan Risiko Inflasi

KAMIS, 29 MEI 2025 | 07:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas stabil setelah investor menelaah risalah pertemuan Federal Reserve periode Mei, yang menandai meningkatnya inflasi dan risiko resesi. 

Pertemuan itu mengakui bahwa ada banyak ketidaksepakatan di masa mendatang, dengan meningkatnya inflasi dan pengangguran. Ini akan meningkatkan risiko resesi. 

Dikutip dari Reuters, emas spot mendatar di posisi 3.299,95 Dolar AS per ons pada perdagangan Rabu 28 Mei 2025 atau Kamis pagi WIB. 


Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 0,2 persen menjadi 3.294,90 Dolar AS. 

Logam kuning, yang berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan berfungsi sebagai safe haven selama masa ketidakpastian, meroket 26 persen sepanjang tahun ini dan mencapai rekor tertinggi pada April.

"Pasar emas agak bergejolak akhir-akhir ini, hanya bereaksi terhadap peristiwa berita fundamental harian yang baru tanpa pergerakan harga yang nyata," kata Jim Wyckoff, analis Kitco Metals.

Impor emas ke Swiss dari AS melonjak sepanjang April ke level bulanan tertinggi sejak 2012, setelah pengecualian logam mulia dari tarif impor AS. 

Harga logam lainnya bervariasi. Perak spot turun 0,9 Persen menjadi 32,99 Dolar AS per ons. Platinum naik 0,1 persen menjadi 1.081,09 persen. Paladium jatuh 1,2 persen menjadi 967,10 Dolar AS.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya