Berita

Program Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan Kementerian Pertanian/Repro

Nusantara

Ini Strategi Jitu Pengelolaan Alsintan di Koperasi Konsumen Krida Muda Agro Sukoharjo

SELASA, 27 MEI 2025 | 20:48 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Program Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan kembali menyapa sobat tani dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia pada Selasa, 27 Mei 2025. Ngobras kali ini mengusung tema "Strategi Jitu dalam Pengelolaan Alsintan di Koperasi Konsumen Krida Muda Agro Sukoharjo", yang merupakan salah satu penerima kegiatan pertanian modern di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa modernisasi pertanian dapat meningkatkan produktivitas hingga dua kali lipat dan menurunkan biaya produksi hingga 50 persen. Contohnya, penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) seperti rice transplanter dapat banyak menggantikan tenaga kerja manual, sehingga efisiensi waktu dan tenaga meningkat signifikan. 

Mentan Amran juga menegaskan bahwa fokus pembangunan klaster pertanian modern adalah mengintegrasikan teknologi tinggi dari hulu hingga hilir. 


"Klaster ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi pertanian, serta memperkuat kelembagaan seperti koperasi untuk mendukung distribusi subsidi yang tepat sasaran," jelasnya.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menjelaskan, untuk mendukung pembentukan koperasi petani sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan sektor pertanian. Koperasi ini diharapkan dapat mengintegrasikan berbagai komponen usaha tani, mulai dari penyediaan input, pengelolaan produksi, hingga akses pasar yang lebih luas, sehingga meningkatkan daya saing produk pertanian dan kesejahteraan petani. 

Santi juga menegaskan pentingnya transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern melalui penguatan SDM yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi.

Sementara Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Tedy Dirhamsyah, menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam praktik pertanian sehari-hari. Melalui penerapan smart farming, seperti penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) dan teknologi informasi, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. 

Selain itu, Tedy juga mendorong pembentukan koperasi petani untuk mengelola usaha tani secara kolektif dan profesional, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global.

Narasumber Ngobras, Manajer Koperasi Konsumen Krida Muda Agro Sukoharjo, Warsini menyampaikan, koperasinya merupakan koperasi binaan dari kegiatan Pertanian Modern yang diinisiasi oleh BPPSDMP untuk mendukung percepatan tercapainya swasembada pangan. 

Saat ini, unit pengembangan usaha koperasi dilakukan melalui kegiatan BBM dan Pupuk Bersubsidi serta pendampingan budidaya melon di greenhouse dengan sistem bagi hasil, selain itu pengembangan unit bengkel alsintan. 

Warsini menambahkan, Koperasi Konsumen Krida Muda Agro Sukoharjo dalam kegiatan sehari-harinya telah melakukan penyewaan atau bisnis dengan menggunakan aplikasi pertanian modern dengan tarif per hektare. Seperti traktor roda 2 dan roda 4 sebesar Rp1.500.000 atau Excavator PC 45 Rp250.000 per jam. 

"Selain itu, kami di koperasi menerapkan SOP Manajemen Alsintan seperti pengecekan lahan, pencatatan laporan hasil, dan persiapan alat. SOP ini sebagai kendali dalam melakukan aktivitas penyewaan alat-alat alsintan," jelasnya.

Diharapkan dengan adanya koperasi ini dapat meningkatkan pemanfaatan alsintan di setiap kelompok UPJA dan bekerjasama dengan kelompok UPJA yang lain, serta dapat meningkatkan produksi, produktivitas dan pendapatan pelaku usaha pertanian termasuk on farm dan off farm

"Selain juga meningkatkan kemandirian dan kerjasama petani untuk meningkatkan kesejahteraan petani," tutup Warsini.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya