Berita

Spanduk unik bertuliskan, 'Persib Juara, Jabar Istimewa, Bapa Aing Presiden 2029' (tangkapan layar/RMOL)

Politik

Dedi Mulyadi Jangan Dulu Maju RI 1 di Pilpres 2029

SENIN, 26 MEI 2025 | 03:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak henti-hentinya menyedot perhatian nasional. Sikap dan kebijakannya yang terus menjadi viral di media sosial diyakini mampu mengangkat popularitasnya menuju RI 1 di 2029.

Baru-baru ini, Dedi turut serta dalam konvoi kemenangan Persib Bandung di BRI Liga 1 2024/2025 bersama ribuan Bobotoh (fans pendukung persib) memadati jalanan Kota Bandung, Minggu, 25 Mei 2025.

Dilihat dalam akun Instagram RMOL, Dedi yang berdiri di atas mobil sambil mengibarkan bendera Persib menyapa para warga di sepanjang jalan.


Namun perhatian justru tertuju pada salah satu spanduk unik bertuliskan, 'Persib Juara, Jabar Istimewa, Bapa Aing Presiden 2029'.

Narasi politik pun mulai bermunculan. Meski baru menjabat gubernur belum genap setahun, nama Dedi mulai dielu-elukan sebagai calon pemimpin nasional pada Pilpres mendatang.

Namun ada netizen yang justru komentar nyinyir alias tidak mendukung Dedi maju Pilpres di 2029.

Akun rudi_9unawan misalnya, ia tidak ingin Dedi maju Pilpres lantaran Provinsi Jabar masih membutuhkannya selama dua periode.

“Jangan dulu.. kalo bisa 2 periode, biar di Jabar bener² tuntas,” tulis akun tersebut dikutip pada Senin, 26 Mei 2025.

“Lebih baik gub jabar 2 periode, kalo untuk RI1 atau RI2 harus bisa bahasa inggris dulu pak mohon,” timpal pemilik akun n.misbahudin.

Ada pula netizen yang keras mengomentari Dedi sebagai orangnya Wapres Gibran Rakabuming Raka.

“Dia penyanjung gibran..berarti ternakan Mulyono dong,” tulis akun acinurmis.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya