Berita

Ketua KPAI Ai Maryati Solihah/RMOL

Politik

KPAI Soroti Kebijakan Dedi Mulyadi Kirim Anak Nakal ke Barak Militer

RABU, 21 MEI 2025 | 18:11 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta KPAI untuk turun ke lapangan dan mengambil langkah soal permasalahan anak. 

Hal ini disampaikan Dedi ketika KPAI mengomentari soal program Dedi Mulyadi yang bakal mengirim anak nakal ke barak TNI.

Ketua KPAI Ai Maryati Solihah mengatakan bahwa KPAI memiliki tugas pengawasan anak-anak di Indonesia. Sehingga pernyataan Dedi Mulyadi seolah kurang tepat ketika meminta KPAI turun untuk mengambil langkah permasalahan anak. 


“Ya kerja sama itu kan memang sesuai tugas dan fungsi ya. Saya sudah sampaikan berulang kali ya tugas kami melakukan pengawasan. Jangankan untuk anak ratusan orang ya yang dilakukan berbagai cara, berbagai metode gitu ya, berbagai program gitu,” ucap Ai Maryati Solihah usai rapat dengar pendapat dengan Baleg DPR soal RUU PPRT, Gedung Nusantara I, Kompleks DPR, Senayan, Rabu, 21 Mei 2025.

“Satu orang anak pun kan direspons oleh KPAI. Jadi mari kita lihat lagi aturan perundangannya KPAI mengawasi,” sambungnya.

Terkait rekomendasi yang diberikannya kepada pemprov Jawa Barat, supaya dihentikan cara yang dilakukan Dedi Mulyadi itu, kemudian dilakukan evaluasi. 

Ai menerangkan perlu ada regulasi yang mengatur tentang anak-anak dikirim ke barak militer.

“Yang berikutnya yuk review kembali, ada SOPnya tidak, ada regulasinya, pelibatan dari berbagai pihak tidak, ini yang akan memperkuat, memperkokoh program sehebat apapun memiliki regulasi, memiliki pedoman, memiliki cara-cara kita memberi dukungan pelindungan anak terhadap anak itu sendiri,” jelas dia.

Ditanya soal komunikasi dengan Dedi Mulyadi untuk membahas regulasi pengiriman anak ke barak militer, Ai menuturkan pihak Pemprov Jawa Barat belum merespons surat yang diberikannya.

“Belum diterima surat saya,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya