Berita

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti/Ist

Nusantara

Menteri Mu’ti Beberkan Lima Fondasi Penting Pendidikan Indonesia

RABU, 21 MEI 2025 | 13:48 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Turos merupakan  karya klasik para ulama,  pemikir, dan   cendekiawan muslim masa lalu telah menjadi  bagian penting dari warisan sejarah Islam yang sangat luhur terutama dalam bidang ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu alat. 

Oleh karena itu turos harus menjadi landasan penting bagi pendidikan di Indonesia
 
Pandangan demikian disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti ketika memberi amanat pada Wisuda dan Kelulusan Santri Angkatan ke-10 Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah asuhan Said Aqil Siraj, di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Sabtu, 17 Mei 2025 lalu.
 

 
Menyaksikan kemampuan para santri berbicara dalam dua bahasa Arab dan Inggris, Mu’ti dalam sambutan bahasa Inggris menyatakan keyakinannya kalau santri wisudawan Al Tsaqafah akan menjadi pemimpin dan pemenang sesuai dengan  tema wisuda "Santri Today Leaders Tommorrow, Pillar of Indonesia Golden Future".
 
“I witness and I'm very optimist Muslim could become a leader, Muslim could become the champion not only in relation to our daily life our worldly life but also for our spiritual life,” ucap Mu’ti dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu, 21 Mei 2025.
 
Ia mengaku sangat berbahagia berada di pesantren Al Tsaqafah bersama Said Agil Siraj tokoh penting yang sangat dihormatinya.
 
“Bapak-bapak Ibu-ibu saya tadi malam jam 11.00 baru tiba dari perjalanan dari Korea Selatan menghadiri pertemuan Menteri Pendidikan negara-negara Asia Pasifik, dan karena saya sudah komit dan saya sudah senantiasa patuh samina kepada syeikh kita almukarom Kiai Said Agil Siraj, maka saya datang ke sini dengan penuh sukacita,” ungkapnya.
 
Menurut Mu’ti, pendidikan harus dibangun di atas lima konstruksi atau lima dasar utama.
 
Fondasi pertama adalah turos, atau dasar-dasar yang menjadi bagian dari warisan sejarah Islam yang sangat luhur terutama dalam bidang ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu alat ilmu alat. Ilmu-ilmu agama dalam bidang-bidang ilmu-ilmu ushuliah menjadi fondasi penting  dalam  menjelajahi khazanah keilmuan Islam yang tidak pernah dan tidak akan pernah terbatas
 
“Turos ini menjadi bagian dari warisan sejarah Islam yang membentuk karakter keislaman kita, it is part of our identity it is part of the construction of our Islam, karena itu maka penguasaan ilmu-ilmu alat turos al islamiyah menjadi landasan dari pendidikan Islam,” jelas dia.
 
Fondasi kedua adalah sangat penting penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun menurut Mu’ti penekanannya bagaimana teknologi itu tidak  terpisahkan dan tidak tercabut dari akar-akarnya terutama  dari Al-Qur'an. 

Apapun bentuk teknologi sekarang menurut Mu’ti akan ditemukan dasar dan asasnya dari Al-Qur'an.
 
Ia ceritakan, ketika pesawat ditemukan, Wright bersaudara penemu dan pembuat pesawat  tidak pernah membaca Al-Qur'an tapi mereka membayangkan burung-burung yang terbang bagaimana burung itu bisa terbang dan dengan imajinasi ilmiahnya dia mengatakan suatu saat manusia juga bisa terbang seperti burung-burung itu. 

Wright bersaudara adalah orang pertama yang membuat pesawat dan menerbangkannya.
 
Dasar-dasar untuk mempelajari sains teknologi itu bila dikaitkan dengan turos, terdapat pada landasan di mana Al Quran memerintahkan manusia untuk senantiasa memperhatikan dan mengamati alam semesta. 
 
“Ini adalah bagian penting yang umat Islam harus menguasainya tidak boleh ada pemisahan, menurut saya antara ilmu-ilmu agama dengan sains modern bahkan seiring,” urai Mu’ti.
 
Mu’ti mencontohkan mereka yang disebut sebagai ilmuwan holistik dalam bahasa lain ilmuwan yang kafah seperti Ibnu Rusyd, selain menguasai ilmu fikih, ilmu filsafat, mereka juga menguasai ilmu-ilmu fisika dan ilmu-ilmu kimia.  

Hal itu menunjukkan sebenarnya dalam diri para ulama itu melekat keilmuan yang kafah, keilmuan komprehensif. 
 
“Itulah fondasi kedua dalam kita membangun kemajuan umat dan kemajuan di bidang-bidang yang sangat ditentukan masa sekarang ini”, tegasnya.
 
Fondasi ketiga adalah akhlak. Kalau ilmu pengetahuan tidak dilandasi oleh akhlak maka dia akan menjadi senjata yang bisa menimbulkan kerusakan di mana-mana.
 
Mu’ti gambarkan, sekarang banyak bicara mengenai artificial intelligence AI yang kalau orang menyalahgunakan akan menimbulkan kekacauan  luar biasa. Karena itu maka penguasaan teknologi digital itu sangat penting tapi kesalehan digital itu juga tidak kalah pentingnya.
 
Banyak pekerjaan baru di dunia digital, seperti content creator atau YouTuber.  Banyak yang telah  membuat konten-konten  edukatif, konten yang  mencerdaskan, tapi tidak sedikit juga konten kreator yang hanya sekedar mencari sensasi dan mencari sesuap nasi yang penting viral, soal  baik atau tidak urusan belakang yang penting viewer jutaan, maka  akan mendapat jutaan rupiah dari berbagai macam platform.
 
“Karena itu, menguasai teknologi itu penting tetapi harus dilandasi dengan akhlakul karimah dan ini yang juga harus kita tanamkan dalam semua jenjang pendidikan,” bebernya.
 
Fondasi keempat adalah entrepreneurship, suatu  kemampuan untuk  memiliki semangat kewirausahaan semangat kemandirian bekerja,  menciptakan lapangan pekerjaan. Menurut Mu’ti tradisi pesantren yang ia pelajari dari berbagai kajian adalah tradisi entrepreneurship.
 
“Pendidikan menurut saya perlu menekankan sekali lagi kekuatan entrepreneurship,” jelasnya lagi.
 
Fondasi kelima adalah wataniah. Tidak kalah pentingnya adalah wataniah atau kebangsaan. Mu’ti mengamati bagian penting ikrar para santri seperti ikrarnya taruna akademi militer, nasionalismenya  tidak perlu diragukan lagi.
 
“Karena itu maka jadilah kalian para ulama jadilah kalian orang-orang yang menguasai ilmu-ilmu agama ilmu-ilmu modern berakhlak mulia memiliki jiwa kewiraan dan tanggung jawab memajukan bangsa dan negara,” pesan Mu’ti mengakhiri ceramahnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya