Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Foxconn Bangun Pabrik di India Usai Apple Alihkan Produksi dari China

SELASA, 20 MEI 2025 | 21:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Raksasa teknologi asal Taiwan, Foxconn,  kembali memperbesar investasinya di India. Tak tanggung-tanggung, nilai investasi yang dikucurkan perakit iPhone itu ditaksir mencapai 1,5 miliar Dolar AS (Rp24,6 triliun).

Mengutip Bloomberg pada Selasa 20 Mei 2025, investasi tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik baru sekaligus meningkatkan kapasitas produksi di wilayah India selatan.

Langkah ini tak terlepas dari strategi Apple yang mulai menjauh dari China, menyusul ancaman tarif tinggi dari pemerintahan Amerika Serikat (AS). Perusahaan itu menargetkan mulai akhir tahun depan, sebagian besar iPhone yang dijual di pasar AS akan diimpor dari India.


Namun rencana tersebut tak sepenuhnya mendapat lampu hijau dari Washington. Presiden AS Donald Trump dikabarkan menentang keras pemindahan produksi dari China ke India. Gedung Putih bahkan mendorong Apple agar memindahkan seluruh proses perakitan iPhone ke wilayah Amerika Serikat.

Meski begitu, Apple tetap berkomitmen untuk menanamkan investasi jumbo di AS, yakni hingga 500 miliar Dolar AS. Namun, sebagian besar dana itu akan dialokasikan untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), bukan manufaktur.

Di India sendiri, Apple memanfaatkan pabrik milik Hon Hai, induk Foxconn yang beroperasi di bawah Tata Group. Tata diketahui telah mengambil alih bisnis lokal Wistron Corp dan juga menjalankan operasional Pegatron Corp di India, yang menjadikannya salah satu pemasok kunci bagi Apple.

Data terbaru menunjukkan, dalam 12 bulan hingga Maret 2025, Apple telah merakit iPhone senilai 22 miliar Dolar AS di India. Nilai ini melonjak hampir 60 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya