Berita

Ilustrasi pelatihan militer/Ist

Politik

Jaksa Nakal Perlu Didisiplinkan di Barak Militer

SENIN, 19 MEI 2025 | 12:35 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kebijakan pengiriman anak nakal ke barak militer sesuai usulan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sebaiknya juga berlaku untuk para jaksa nakal.

"Semua pihak yang nakal cocok juga dikirim ke barak. Karena hampir semua sektor ada oknum nakal," kata Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno kepada RMOL, Senin 19 Mei 2025.

Belakangan muncul kontroversi soal personel TNI yang ditugasi menjaga kantor kejaksaan tinggi dan negeri di seluruh Indonesia. 


Penugasan ini dimaksudkan menjaga para jaksa dari berbagai ancaman terkait pengusutan kasus.

Namun di lain sisi, munculnya jual beli kasus juga kerap terjadi disebabkan dari ulah jaksa nakal. Hal ini yang kemudian mendorong agar jaksa nakal juga harus didisiplinkan.

"Meski harus diakui pendidikan karakter di barak tak ada jaminan oknum nakal akan baik perilakunya," jelas analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Kendati begitu, pembinaan jaksa di barak perlu dicoba. Setelah dari barak, jaksa diharapkan bakal lebih baik dan tidak melakukan dagang aturan hukum lagi. Dengan begitu, maka tidak perlu TNI menjaga kantor kejaksaan.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya