Berita

Direktur Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Saribua Siahaan/Ist

Bisnis

Kementerian Investasi Dorong Lahan Clear and Clean di Subang

SENIN, 05 MEI 2025 | 02:49 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dalam gelaran Konferensi Pertukaran Pelatihan dan Lokalisasi Talenta Industri Transisi Energi Indonesia yang dilaksanakan di Aula Oman Sachroni, Kantor Bupati Subang, pada Sabtu Siang, 3 Mei 2025, puluhan investor kelas kakap asal Tiongkok hadir menunjukkan minat serius terhadap potensi investasi daerah tersebut.

Direktur Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Saribua Siahaan membeberkan strategi konkret pemerintah pusat dalam menjamin iklim investasi yang aman dan kondusif.

"Jadi kami kementerian investasi selalu berkoordinasi dengan daerah dalam meyakinkan investor, agar investor itu bisa nyaman berinvestasi di daerah di mana menjadi minat investor. Salah satu cara untuk meyakinkan investor untuk industri-industri, kementerian investasi itu mengarahkan supaya dia berinvestasi di kawasan industri sesuai dengan peruntukannya." kata Saribua kepada media, Minggu, 4 Mei 2025.


Saribua menegaskan bahwa pemerintah pusat memiliki komitmen kuat dalam menjamin kepastian hukum bagi para investor, terutama dengan mendorong penempatan investasi di kawasan industri yang telah berstatus “clear and clean”. Hal ini, menurutnya, bertujuan untuk menghindari tumpang tindih peruntukan lahan dan mempercepat perizinan yang saat ini telah terintegrasi secara daring.

"Kita membawa investor ke Jawa Barat, khususnya di Subang, nanti kita arahkan dia untuk berinvestasi di kawasan-kawasan industri yang ada di Jawa Barat. Sehingga dia secara lokasi, clear and clean, dan secara regulasi dan perizinan-perizinannya akan lebih mudah, akan lebih cepat berkembang. Dan kita selalu mengarahkan setiap investor yang mau berinvestasi itu, harus ke tempat yang nyaman, yang aman, lahan clear and clean, dan dia kita pastikan tidak mendapat masalah dengan lokasi lahan-lahan yang apakah tumpang tindih atau peruntukan yang berbeda," jelasnya.

“Kami selalu berkoordinasi dengan daerah agar investor merasa aman dan nyaman. Jika ada kendala perizinan, regulasi fiktif positif bisa diterapkan, artinya izin dianggap berlaku jika tidak keluar dalam jangka waktu tertentu,” sambungnya.

Menurut Saribua, keberadaan investor bukan hanya memberikan dampak langsung melalui penciptaan lapangan kerja, tetapi juga akan menciptakan efek ganda (multiplier effect) yang menggerakkan roda ekonomi masyarakat di daerah tersebut. Ia menekankan bahwa potensi ini harus dimaksimalkan dengan menyiapkan pusat pelatihan (training center) bagi tenaga kerja lokal sebelum investor memulai operasionalnya.

"Itu cara kita meyakinkan. Kemudian kita menggaransi bahwa investasinya itu izinnya bisa kita bantu agar dia sampai bisa berkembang, mendapat izinnya. Dan sistem perizinan sekarang, sistem online, terus dia dengan mudah bisa didapatkan secara online itu menyakinkan dia bahwa berinvestasi itu mudah di Indonesia. Ketika masyarakat kita bekerja di perusahaan investasi, otomatis ekonomi akan tumbuh, otomatis akan ada multiplier yang muncul di daerah," paparnya.

Terkait isu penguatan tenaga kerja lokal, Saribua menyebutkan pentingnya kehadiran training center yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Meski bukan ranah langsung Kementerian  Investasi, ia menekankan sinergi antara kementerian terkait seperti Kementrian Perindustrian dan perguruan tinggi lokal seperti Politeknik UPI untuk mempersiapkan SDM yang kompeten.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya