Berita

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi terhadap para PPL dengan kinerja baik dalam capaian target Luas Tambah Tanam (LTT)/Istimewa

Politik

Penyuluh Pertanian adalah Pahlawan Bangsa

SABTU, 26 APRIL 2025 | 23:11 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penyuluh pertanian menjadi salah satu unsur penting dalam mewujudkan swasembada pangan. Tanpa Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), tidak mungkin mencapai lompatan yang terjadi hari ini.

Hal ini dikatakan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, di depan 5.000 orang PPL yang menghadiri acara "Koordinasi Nasional Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Swasembada Pangan" di Jakarta, Sabtu 26 April 2025. 

Di hadapan ribuan PPL, Mentan menyampaikan keinginan Presiden Prabowo bahwa swasembada pangan harus dicapai secepat-cepatnya. Mentan juga menyampaikan ucapan terima kasih dari Presiden kepada kepada Menteri Pertanian, PPL, petani, hingga Kepala Dinas Pertanian atas usaha dan kerja kerasnya dalam mewujudkan swasembada pangan.


"PPL adalah pahlawan bangsa dan ucapan ini tidak bisa dibeli atau diuangkan. Orang yang mulia selalu memberi pertolongan. Jika ingin sukses minta kepada Allah," ucapnya.

Ke depan, Mentan ingin ada lompatan lagi melalui Luas Tambah Tanam (LTT), dengan memberikan 5.000 sampai 10.000 motor kepada para PPL apabila LTT-nya meningkat. 

"Target tahun 2025 sesuai APBN adalah 32 juta ton beras, namun saya yakin bisa melampaui target tersebut. Lakukan yang terbaik untuk Merah Putih dan katakan bahwa kita harus bergerak bersama-sama," tuturnya.

Selanjutnya, Mentan Amran memberikan apresiasi kepada 10 PPL yang telah mendorong capaian target LTT dan mengisi Laporan LTT melalui aplikasi e-Pusluh dengan memberikan sepeda motor. 

Mereka adalah Usman (Aceh), Syahputri Rahmadani (Sumatera Utara), Fajar Yonas Susanto (Jawa Timur), Deni Eka Prasetya (Jawa Barat), Nazarudin (Jawa Tengah), Arniyuli Savitri (Lampung), Rizki Hasmi (NTB), Widya Dewi (Kalimantan Selatan), Heriyanto (Sumatera Selatan), dan Rizal (Sulawesi Selatan).

Dalam kesempatan ini Amran juga mencanangkan Gerakan Penyuluh Mendorong (Galuh) LTT. Diharapkan dengan gerakan ini penyuluh bisa membuktikan kinerjanya di lapangan sehingga petani semakin sejahtera.

Sementara, Wakil Menteri Pertanian (Wamen) Sudaryono mengatakan, para penyuluh pertanian adalah pasukan yang berani mati. Karena penyuluh pertanian dilarang sakit dan dilarang tidur. Penyuluh pertanian adalah tokoh utama yang menyelesaikan keluh kesah para petani.

Sudaryono mengungkapkan, sesuai dengan Inpres No. 3 Tahun 2025, bahwa pada awalnya penyuluh pertanian adalah anak buah Bupati/Walikota dan Gubernur, namun saat ini sudah menjadi anak buah Menteri Pertanian, sehingga akan ada jenjang karier yang meningkat. 

Kementan juga memberi kebebasan apabila ada daerah yang tunjangannya lebih besar, maka penyuluh pertanian tersebut boleh tidak ikut ke Pusat dengan konsekuensi jabatan penyuluh pertaniannya tidak melekat lagi. 

"Karena penyuluh pertanian saat ini adalah pasukan Kementan, maka harus mengawal program-program strategis Kementan," tegasnya.

Wamentan menambahkan, saat ini Indonesia sudah mendapat pengakuan langsung dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan produksi beras tercepat di kawasan Asia Tenggara. Hal ini sekaligus menyoroti Indonesia yang telah menghentikan pembelian beras dari Thailand.

"Saya yakin bahwa keberhasilan tersebut, sebesar 81 persen, adalah hasil karya para penyuluh pertanian di seluruh Indonesia," ucapnya dengan bangga.

Ucapan terimakasih juga disampaikan Wamentan kepada Babinsa yang sudah membantu para petani dan penyuluh di seluruh Indonesia, sehingga sinergitas di lapangan sangat efektif dan berjalan dengan baik.

Di akhir sambutannya, Sudaryono mengharapkan para penyuluh pertanian juga aktif menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pendayagunaan penyuluh pertanian untuk percepatan swasembada pangan sebagaimana amanah Inpres Nomor 3 Tahun 2025. Sehingga Kementan perlu menyamakan komitmen dalam mewujudkan swasembada pangan dan mengikuti arah komando.

Menurut Santi, peran penyuluh sangat vital dalam swasembada pangan sehingga perlu penguatan komitmen agar satu irama dan satu komando. Selain itu, penyuluh harus fokus pada tujuan yaitu pengawalan percepatan LTT, peningkatan Indek Pertanaman (IP) dan produktivitas

"Tujuan tersebut harus menjadi acuan dalam pergerakan di lapangan terutama mendampingi petani untuk lebih sejahtera," ucapnya. 

Terakhir, Santi menyampaikan, tujuan dari kegiatan ini di antaranya adalah menguatkan kesiapsiagaan penyuluh pertanian mendukung swasembada pangan dengan percepatan LTT, peningkatan indeks pertanaman dan peningkatan produktivitas padi, serta meningkatkan komitmen dalam mendorong dan mengawal akselerasi program utama Kementan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya