Berita

Ilustrasi/RMOL via AI

Bisnis

Dolar AS Melemah, Harga Minyak Naik Tipis

JUMAT, 25 APRIL 2025 | 08:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia mengalami sedikit kenaikan pada Kamis, 24 April 2025, dipicu oleh sejumlah faktor termasuk pelemahan nilai tukar Dolar AS dan proses negosiasi nuklir Iran.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik 43 sen atau sekitar 0,7 persen menjadi 66,55 Dolar AS per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 52 sen atau 0,8 persen menjadi 62,79 Dolar AS per barel.

Pelemahan Dolar AS terjadi karena investor kembali khawatir akibat tidak adanya kemajuan nyata dalam penyelesaian perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. 


Nilai Dolar AS yang lebih rendah membuat harga minyak — yang diperdagangkan dalam Dolar — menjadi lebih murah bagi pembeli dari negara lain yang menggunakan mata uang berbeda.

Selain itu, pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan positif dalam negosiasi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat. 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan kesiapannya untuk terbang ke Eropa guna membahas program nuklir negaranya. Prancis pun memberikan sinyal bahwa negara-negara Eropa bersedia berdialog, asalkan Iran menunjukkan keseriusan.

Jika pembicaraan ini berhasil, sanksi terhadap ekspor minyak Iran bisa dicabut. Hal ini penting, mengingat Iran adalah produsen minyak terbesar ketiga di OPEC setelah Arab Saudi dan Irak.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya