Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Dolar Jatuh Setelah Intervensi Trump, Harga Emas Berkilau

SENIN, 21 APRIL 2025 | 11:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emas menyentuh rekor tertinggi hari ini, saat kurs Dolar Amerika Serikat (AS) merosot ke level terendah dalam tiga tahun.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot melonjak 1,45 persen menjadi 3.375,02 Dolar AS per ons pada perdagangan Senin, 21 April 2025. 

Sementara, emas berjangka AS melesat 1,71 persen menjadi 3.385,30 Dolar AS. 


Indeks Dolar AS (Indeks DXY) mencapai level terendah dalam tiga tahun, membuat logam kuning lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Emas, yang secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian politik dan ekonomi serta inflasi, melambung lebih dari 27 persen sejauh tahun ini.

Investor nampaknya kembali goyah dan menilai ekonomi AS akan terpukul yang disebabkan oleh rencana Presiden Donald Trump untuk merombak Federal Reserve, yang akan mempertanyakan independensi bank sentral.

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, mengatakan Trump an timnya terus mempelajari apakah mereka dapat memecat Chairman Fed Jerome Powell, hanya sehari setelah Trump mengatakan pemecatan Powell "tidak bisa dilakukan cukup cepat" saat dia meminta the Fed untuk memangkas suku bunga.

Harga logam lainnya  bervariasi. Perak spot naik 0,1 persen menjadi 32,63 Dolar AS per ons. Platinum naik 0,2 persen menjadi 969,20 Dolar AS. Paladium turun 0,3 persen menjadi 959,20 Dolar AS.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya