Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Harga Emas Kian Berkilau, Naik Hampir 3 Persen

JUMAT, 11 APRIL 2025 | 07:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emas makin berkilau. Harganya melambung hampir 3 persen ke level tertinggi sepanjang masa di tengah ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. 

Tingginya harga ini dipicu oleh pelemahan Dolar Amerika Serikat (AS). Indeks Dolar (Indeks DXY) merosot lebih dari 1 persen terhadap sekeranjang enam mata uang utama, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Dikutip dari Reuters, emas spot melesat 2,6 persen menjadi 3.160,82 Dolar AS per ons pada penutupan perdagangan Kamis 10 April 2025. Di awal sesi, emas sempat menyentuh 3.171,49 Dolar AS. 


Emas berjangka AS ditutup naik 3,2 persen menjadi 3.177,5 Dolar AS per ons.

Indeks harga konsumen (CPI) AS turun secara tak terduga pada Maret, tetapi risiko inflasi cenderung naik setelah Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif China menjadi 125 persen.

Logam lainnya seperti perak spot turun 0,5 persen menjadi 30,88 Dolar AS per ons. Platinum melemah 0,5 persen menjadi 932,41 Dolar AS. Paladium juga turun 1,4 persen menjadi 918,45 Dolar AS.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya