Berita

Presiden Prabowo Subianto/Ist

Dunia

Prabowo ke Timteng saat Tarif Trump Memanas, Ini Kata Pengamat

RABU, 09 APRIL 2025 | 12:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan perdagangan internasional semakin memanas akibat kebijakan tarif baru yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

Di tengah kondisi tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto, melakukan kunjungan ke lima negara di Timur Tengah pada Rabu, 9 April 2025.

Dosen Universitas Padjadjaran (Unpad) dan President University, Teuku Rezasyah menilai bahwa kebijakan tarif Trump berisiko menambah ketegangan dalam perdagangan global. 


"Dikhawatirkan, kebijakan ini akan berdampak pada konflik dagang antar negara, dan antar blok perdagangan, yang dapat merusak sendi-sendi perdagangan yang tertera dalam World Trade Organization," ungkap Reza kepada RMOL.

Menurut Reza, kebijakan kontroversial Trump tersebut berpotensi merusak hubungan antar negara dan mengganggu stabilitas perdamaian internasional. 

"Selanjutnya, ini juga bisa merusak hubungan baik antar negara, sehingga merusak sendi-sendi perdamaian dan kerjasama internasional sebagaimana yang diidamkan oleh PBB," paparnya.

Dalam situasi yang semakin tidak pasti ini, Prabowo melakukan kunjungan ke Timur Tengah dengan tujuan untuk mencegah instabilitas ekonomi dunia. Selain itu, Prabowo berharap agar Indonesia dapat menarik lebih banyak investasi dari negara-negara Timur Tengah. 

"Harapan RI adalah kesamaan posisi kawasan Timur Tengah dengan kawasan Asia Tenggara, sebagai penyeimbang seandainya terjadi gejolak ekonomi internasional yang menyerupai keadaan tahun 1930 silam, di mana konflik antar negara memuncak dan memicu Perang Dunia II," jelas Reza.

Selain itu, Indonesia juga berharap dapat lebih memahami sikap negara-negara Timur Tengah terhadap investasi di Amerika Serikat. Jika mereka merasa tidak nyaman dengan kondisi ekonomi AS, Indonesia ingin membuka diri untuk menerima gelontoran investasi dari kawasan tersebut. 

"RI ingin sekali mendalami rasa percaya diri negara-negara di Timur Tengah, yang selama ini berinvestasi di Amerika Serikat. Seandainya mereka merasa tak nyaman dengan perkembangan di AS, maka RI akan membuka diri untuk menerima gelontoran investasi dari Timur Tengah," ujar Rezasyah.

Dia juga menyarankan agar delegasi Indonesia dalam kunjungan ini melibatkan kementerian, lembaga, dan dunia usaha yang paham substansi ekonomi Indonesia serta hubungan ekonomi Indonesia dengan Timur Tengah.

"Agar lebih efektif, delegasi RI dapat menggambarkan tingginya daya saing ekonomi Indonesia yang didukung oleh stabilitas nasional serta budaya Indonesia yang akrab dengan budaya Timur Tengah. Dialog bilateral ini sebaiknya dilakukan dalam dua bahasa: Arab dan Indonesia, agar dapat mengambil hati kalangan Timur Tengah," jelasnya. 

Prabowo dan rombongan tiba di Presidential Flight, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada Rabu, 9 April 2025, sekitar pukul 06.30 waktu setempat (WS).

Di Abu Dhabi, Prabowo akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) Al Nahyan. Pertemuan tersebut rencananya akan digelar di kediaman Presiden MBZ, Istana Qasr Al Shatie. 

Negara tujuan selanjutnya yang akan didatangi Prabowo yakni Turki, Qatar, Mesir, dan Yordania.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya