Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar/Ist

Nusantara

Mengapresiasi Gagasan Kurikulum Cinta Nasaruddin Umar

SABTU, 05 APRIL 2025 | 03:12 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat fundamental dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa. 

Oleh karena itu, setiap terobosan atau gagasan yang muncul dalam dunia pendidikan selalu menarik perhatian banyak pihak–baik itu pengamat, pendidik, maupun masyarakat umum.

Menurut Ketua Umum Forum Milenial Nasaruddin Umar, Muhammad Rafly Setiawan terafit penerapan "Kurikulum Cinta" dalam dunia pendidikan. Gagasan ini tentunya mengundang berbagai reaksi dan opini, baik yang mendukung maupun yang mengkritik.


“Sebagai sebuah konsep yang menantang norma pendidikan tradisional, Kurikulum Cinta mengusung ide bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga tentang membentuk karakter yang penuh kasih sayang dan empati terhadap sesama,” ucap Rafly dalam keterangannya, Jumat, 4 April 2025.

Lebih jauh, ia mendorong pentingnya generasi mudamemahami konteks munculnya gagasan ini. 

“Prof. Nasaruddin Umar merupakan seorang intelektual, ulama, dan akademisi yang dikenal memiliki pemikiran-pemikiran yang progresif dan moderat dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam kaitannya dengan agama, sosial, dan pendidikan,” jelasnya.

“Dalam beberapa kesempatan, beliau telah menekankan pentingnya pendidikan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan,” tambah Rafly.

Dalam pandangannya, pendidikan tidak seharusnya hanya fokus pada pengembangan intelektual, tetapi juga pada pembangunan moral dan spiritual siswa.

“Kurikulum Cinta muncul sebagai solusi terhadap beberapa masalah mendasar dalam sistem pendidikan Indonesia, terutama yang terkait dengan rendahnya tingkat empati, toleransi, dan rasa kasih sayang di kalangan generasi muda,” beber dia.

Dalam konteks ini, Kurikulum Cinta diusulkan untuk dijadikan bagian integral dalam pendidikan di Indonesia, dengan harapan dapat menciptakan siswa yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga bijaksana dalam bertindak dan penuh kasih terhadap sesama.

Pada dasarnya, Kurikulum Cinta berfokus pada pengajaran nilai-nilai cinta, empati, dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ini, menurut Prof. Nasaruddin Umar, harus diajarkan sejak dini dalam sistem pendidikan formal.

Kurikulum ini tidak hanya sekedar mengajarkan siswa untuk mencintai diri sendiri, melainkan untuk menghargai, memahami, dan menyayangi orang lain tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, atau golongan.

Secara lebih rinci, Kurikulum Cinta bertujuan untuk mengajarkan tiga aspek utama, yakni cinta terhadap Tuhan, cinta terhadap diri sendiri, dan cinta terhadap sesama.

Cinta terhadap Tuhan mengajarkan siswa untuk mengenal, mencintai, dan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui pembelajaran agama yang mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ini akan membentuk landasan spiritual yang kokoh dalam diri siswa.

Selain itu, cinta terhadap diri sendiri adalah soal mengajarkan pentingnya mencintai diri sendiri sebagai bagian dari menghargai hidup yang diberikan Tuhan. Ini termasuk pembelajaran tentang self-love, self-care, dan pentingnya kesehatan mental.

Dan yang terakhir adalah cinta terhadap sesama manusia yang mengembangkan sikap empati dan saling menghargai antar sesama manusia, yang meliputi toleransi, kerjasama, dan kerja sosial.

Kurikulum ini menekankan pentingnya memahami dan menghormati perbedaan, serta mengedepankan prinsip keadilan sosial.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya