Berita

Ilustrasi (Foto: AI/AT)

Publika

Merebus Air, Mengusir Mikroplastik

JUMAT, 04 APRIL 2025 | 10:05 WIB | OLEH: AHMADIE THAHA

DI zaman modern ini, kita hidup dalam ilusi bahwa air minum yang tampak jernih pasti bersih. Nyatanya, di dalam segelas air minum, baik dari keran maupun botol kemasan, ada ‘bumbu penyedap’ tak kasat mata: mikroplastik. 

Partikel plastik super kecil ini telah ditemukan dalam tubuh manusia, termasuk di darah, paru-paru, bahkan plasenta bayi. Lebih parahnya, plastik dalam tubuh telah dikaitkan dengan perubahan pada mikrobioma usus dan peningkatan resistensi tubuh terhadap antibiotik. 

Ini berarti bahwa paparan mikroplastik dalam jangka panjang bukan hanya sekadar pencemaran, tetapi juga dapat berdampak langsung pada kesehatan manusia. Sungguh sebuah kabar buruk, bahwa mikroplastik ada di mana-mana. 


Namun, kabar baiknya, kita tidak perlu alat canggih atau teknologi mutakhir untuk menghilangkan mikroplastik itu dari air minum. Yang dibutuhkan hanyalah sebuah panci, api, dan sedikit kesabaran. Ya, solusi sederhana ini adalah merebus air.

Inilah metode yang mungkin lebih sering kita kaitkan dengan tradisi nenek moyang, tapi kini terbukti sebagai senjata ampuh melawan polusi plastik mikro. Jadi, jangan remehkan peran merebus air. Bahkan air kemasan pun tetap perlu kita rebus, jangan langsung diminum.

Keberadaan mikroplastik dalam air minum bukan sekadar isapan jempol. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan, sebotol air minum dalam kemasan dapat mengandung hingga 240.000 partikel plastik per liter. 

Ini seratus kali lebih banyak dari perkiraan sebelumnya! Beberapa hasil tudi sebelumnya telah menemukan fragmen polistirena, polietilena, polipropilena, dan polietilena tereftalat terdapat di dalam air minum yang kita konsumsi sehari-hari, yang kita duga aman.

Dengan kata lain, tanpa kita sadari, tubuh kita secara rutin mengonsumsi berbagai jenis plastik dalam jumlah bervariasi. Jangankan air minum kemasan, air ledeng juga tidak bebas dari masalah ini, meskipun jumlahnya lebih sedikit.

Bahaya mikroplastik bagi kesehatan masih terus diteliti, tetapi beberapa studi menunjukkan bahwa partikel ini dapat memicu peradangan dalam tubuh, mengganggu keseimbangan hormon, membawa zat kimia beracun yang merusak organ tubuh.

Lebih parah lagi, ia dapat meningkatkan resistensi tubuh kita terhadap antibiotik. Dengan kata lain, semakin banyak mikroplastik yang masuk ke dalam tubuh, semakin besar pula potensi dampaknya terhadap kesehatan kita dalam jangka panjang.

Namun, Anda ada solusi. Penelitian terbaru dari Guangzhou Medical University dan Jinan University di China yang diterbitkan dalam Environmental Science & Technology Letters menunjukkan bahwa merebus air dapat menghilangkan hingga 90 persen mikroplastik.

Syaratnya, jika airnya mengandung banyak mineral seperti kalsium karbonat. Dalam penelitian ini, tim ilmuwan menemukan bahwa efisiensi pengendapan nanoplastik meningkat seiring dengan meningkatnya kadar mineral dalam air saat direbus.

Penelitian mereka menunjukkan, sebanyak 34 persen nanoplastik akan tersaring pada air dengan kandungan kalsium karbonat 80 mg/L. Sebanyak 84 persen nanoplastik akan tersaring pada 180 mg/L, dan 90 persen nanoplastik tersaring pada air yang mengandung kalsium 300 mg/L.

Bahkan pada air lunak (soft water) yang memiliki kadar kalsium lebih rendah, sekitar 25 persen mikroplastik tetap dapat terperangkap dalam endapan. Jadi, semakin banyak kandungan mineral pada air yang anda minum, jika direbus, akan semakin banyak nanoplastiknya tersaring.

Mungkin Anda sudah lupa bagaimana cara merebus air yang efektif Didihkan air hingga muncul gelembung besar dan air mendidih sempurna. Saat pemanasan terjadi, mineral alami seperti kalsium karbonat akan membentuk endapan kecil di dalam air.

Nah, mikroplastik kemudian akan ‘terperangkap’ dalam endapan ini, membentuk kerak yang sering kita lihat di dasar panci atau ketel. Setelah air selesai direbus, saringlah menggunakan penyaring teh dari stainless steel atau kain bersih untuk memisahkan endapan tersebut.

Mungkin Anda penasaran, kenapa air yang mengandung kalsium justeru lebih efektif? Dalam penelitian ini memang disebutkan, semakin tinggi kadar kalsium karbonat, semakin banyak mikroplastik yang mengendap dan terperangkap. 

Air yang kaya mineral ini dikenal sebagai air dengan kadar mineral tinggi. Dengan kata lain, air tanah atau air sumur yang kaya mineral alami lebih efektif dalam menjebak mikroplastik dibandingkan air murni atau air yang telah mengalami proses pemurnian osmosis balik (RO).

Jika Anda menggunakan air yang sangat murni atau air dengan kadar mineral rendah, metode ini masih bisa membantu, tetapi hasilnya tidak seefektif pada air dengan kandungan kalsium tinggi. Maka, pertimbangkan lagi untuk kembali ke air sumur, namun dengan direbus.

Selama ini kita percaya bahwa teknologi canggih adalah satu-satunya solusi untuk mengatasi polusi mikroplastik. Namun, penelitian ini menunjukkan, solusi sederhana seperti merebus air dapat menjadi strategi yang murah dan efektif untuk mengurangi paparan mikroplastik dalam tubuh kita.

Jadi, jika Anda masih ragu dengan kualitas air minum Anda, sebelum tergoda membeli filter mahal atau air kemasan yang justru penuh mikroplastik, mungkin sudah saatnya kembali ke cara klasik: Rebus air Anda, lalu saring sebelum diminum.

Sebab, terkadang solusi terbaik ada di dapur kita sendiri. Tak hanya halal, tapi thayyib, sebagaimana yang dimaksud oleh ayat halalan thayyiban dalam Al-Qur'an.

*Penulis adalah Pemerhati Kebangsaan, Pengasuh Pondok Pesantren Tadabbur Al-Qur'an


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya