Berita

Ilustrasi/Istimewa

Publika

Adab Idulfitri Cara Nabi SAW

MINGGU, 30 MARET 2025 | 23:42 WIB | OLEH: AHMADIE THAHA

LEBARAN telah tiba! Takbir diiringi bedug berkumandang di seantero negeri: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.

Inilah saatnya umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa—menahan lapar, dahaga, dan jika masih sempat, juga emosi serta hawa nafsu. Namun, seperti biasa, perayaan ini sering kali berubah menjadi ajang budaya yang melenceng jauh dari sunnah.

Karena itu, mari kita refleksikan kembali adab Idulfitri sesuai tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dengan sedikit sentuhan ceria agar lebih mudah dicerna. Oh iya, Lebaran kali ini kebetulan hampir bertepatan dengan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1947 yang dirayakan oleh saudara-saudara kita umat Hindu.


1. Zakat Fitrah: Jangan Sampai Terlambat!

Sebelum Idulfitri, setiap Muslim diwajibkan membayar zakat fitrah. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra, Rasulullah SAW bersabda, bahwa zakat fitrah harus ditunaikan sebelum orang-orang berangkat ke tempat salat.

Namun, ada saja yang lupa atau bahkan menunda pembayaran zakat fitrah hingga setelah salat Id atau bahkan keesokan harinya, seolah-olah ini semacam "tiket masuk surga" yang bisa dibayar kapan saja. Padahal, zakat fitrah bukan sekadar pemberian, melainkan sarana menyucikan diri dari segala kelalaian dan perkataan sia-sia selama Ramadan.

2. Sarapan Sebelum Salat Id

Pada hari Idulfitri, disunnahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Id. Hadis dari Anas bin Malik ra menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak keluar rumah pada hari Idulfitri sebelum makan beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil.

Namun, ada yang menunda sarapan hingga acara open house siang hari. Alasannya? Ingin langsung menikmati ketupat dan opor saat bersilaturahim atau bahkan menunggu antrean di restoran cepat saji!

3. Mandi, Berpakaian Rapi, dan Berwangi-wangian

Ali bin Abi Thalib ra menyebutkan bahwa mandi pada hari Id adalah bagian dari sunnah. Selain itu, Rasulullah SAW biasa mengenakan pakaian terbaiknya pada hari raya, selain berwangi-wangian yang baunya tidak menyengat hidung.

Namun, ada tren unik: sebagian orang tampil seadanya untuk salat Id, tetapi tampil maksimal saat menghadiri undangan reuni dan pesta nikahan. Padahal, Idulfitri seharusnya menjadi momen untuk menunjukkan kebersihan dan kerapihan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah.

4. Shalat Id di Lapangan

Shalat Idulfitri disunnahkan dilakukan di tanah lapang, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Abu Sa’id Al-Khudri ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW selalu melaksanakan salat Id di tempat terbuka.

Namun, tentu saja jika ada kendala seperti hujan atau kondisi tertentu, salat Id di masjid juga tetap sah. Yang penting, esensinya tetap terjaga: kebersamaan dan kekhusyukan dalam merayakan hari kemenangan.

5. Bebas Pergi Sebelum Khutbah Selesai

Setelah salat Id, Rasulullah SAW biasanya menyampaikan khutbah. Dalam hadis riwayat Ibnu Abbas ra, disebutkan bahwa Rasulullah SAW memberikan kebebasan bagi jemaah untuk mendengarkan atau meninggalkan khutbah.

Namun, yang terjadi sekarang, sebagian besar jemaah memilih pulang sebelum khutbah dimulai, dengan alasan takut kehabisan lontong dan rendang yang baunya sudah menguar di dapur. Bahkan, ada yang lebih sibuk mengunggah status “Baru selesai shalat Id, minal aidin wal faizin!” daripada mendengarkan nasihat yang bisa menambah pahala.

6. Ambil Jalan Pulang yang Berbeda

Diriwayatkan dari Jabir ra bahwa Rasulullah SAW biasa mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari salat Id.

Di zaman sekarang, kebiasaan ini berubah: dari rumah ke lapangan, lalu langsung ke pusat perbelanjaan. Seolah-olah kemenangan Ramadhan harus dirayakan dengan berburu diskon besar-besaran dan antrean panjang di kasir.

7. Ucapan Selamat: Antara Sunnah dan Tren

Di zaman Nabi, ucapan yang populer adalah "Taqabbalallahu minna wa minkum" (Semoga Allah menerima amal kita dan amal kalian). Sederhana saja.

Namun, sekarang ucapan selamat Idulfitri sudah berevolusi menjadi pantun, meme, hingga pesan berantai yang dikirim ke semua kontak, termasuk yang baru saja bertemu di masjid. Ada yang sibuk mengirim ucapan via media sosial, tetapi lupa meminta maaf secara langsung kepada keluarga dan tetangga.

Jadi, Idulfitri adalah momen kemenangan, bukan sekadar perayaan budaya. 

Inilah hari untuk membersihkan diri, berbagi kebahagiaan dengan sesama, dan mempererat silaturahim. Dengan menghidupkan kembali sunnah Rasulullah dalam perayaan Idulfitri, kita tidak hanya menjadikannya lebih bermakna tetapi juga lebih bernilai di sisi Allah.

Sebelum tergoda mengikuti tradisi yang tidak sesuai tuntunan syariah, tanyakan pada diri sendiri: apakah Idulfitri kita benar-benar sebuah perayaan kemenangan atau hanya sekadar pesta tahunan dengan agenda yang terbalik?

Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin.

Selamat tinggal Ramadan. Ya Allah, pertemukan kami kembali dengan bulan mulia ini tahun mendatang.

Semoga kita semua diberi keberkahan untuk memperbaiki diri dan menjalani hari-hari ke depan dengan lebih baik!

*Penulis adalah Pemerhati Kebangsaan, Pengasuh Pondok Pesantren Tadabbur Al-Qur'an

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya