Berita

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani/Ist

Bisnis

Rosan Pastikan Struktur Pengurus Danantara Tak Ada Orang Titipan

SENIN, 24 MARET 2025 | 16:07 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Struktur pengurus Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dipastikan disusun berdasarkan prinsip meritokrasi, bukan hasil intervensi pihak tertentu.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, memastikan bahwa tidak ada satu pun nama dalam jajaran pengurus yang merupakan titipan, termasuk dari Presiden Prabowo Subianto.

"Dari nama-nama ini, saya ingin tekankan, tidak ada satupun nama titipan. Termasuk dari Bapak Presiden, tidak ada nama titipan dari beliau," kata Rosan di Jakarta pada Senin 24 Maret 2025.


Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh kandidat yang diajukan kepada Presiden, beserta riwayat profesional mereka, tidak ada yang ditolak. 

"Dan yang lebih hebat lagi, dari nama yang kami berikan ke Bapak Presiden berikut cv-nya, tidak ada satupun yang ditolak oleh beliau," tuturnya.

Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa seleksi dilakukan secara transparan dan berdasarkan rekam jejak yang kuat di sektor masing-masing.

"Mungkin banyak teman-teman media yang mungkin tidak familiar dengan nama-nama di sini. Karena memang ini adalah nama-nama yang banyak pergi jemput di market dan mempunyai track record sangat baik,"tambahnya.

Ke depan, Danantara juga berencana memperkenalkan sistem seleksi berbasis meritokrasi ini ke badan usaha milik negara (BUMN) lainnya. 

Dengan demikian, pemilihan pimpinan di Danantara maupun BUMN akan berlandaskan pada kapabilitas, kapasitas, integritas, dan rekam jejak yang baik.

"Dengan ini, kami memulai lembaran baru karena BUMN kini sudah resmi masuk ke dalam Danantara," pungkas Rosan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya