Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa 18 Maret 2025/Ist

Bisnis

Airlangga: Presiden Dorong KUR Lebih Banyak ke Sektor Produktif

RABU, 19 MARET 2025 | 15:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prabowo Subianto meminta agar Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih banyak disalurkan ke sektor produktif, seperti perikanan dan industri pengolahan. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai bertemu dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa 18 Maret 2025 sore.

"Terkait dengan Kredit Usaha Rakyat tadi kami laporkan ke Bapak Presiden bahwa terkait dengan kredit usaha rakyat, Bapak Presiden mengarahkan agar komitenya didorong untuk meningkatkan pembiayaan usaha produktif," kata Airlangga.


Adapun langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kontribusi sektor-sektor tersebut terhadap perekonomian nasional.

Airlangga merinci, saat ini sektor perdagangan masih mendominasi penyaluran KUR dengan porsi 48,4 persen dari total kredit.

Sementara itu, sektor pertanian menerima 29 persen, sektor perikanan 1,7 persen, sektor industri pengolahan 7,6 persen, dan sektor jasa 14,2 persen.

Untuk itu, dalam upaya mendukung pembiayaan sektor produktif, Presiden Prabowo berencana merevisi Keputusan Presiden (Keppres) terkait KUR. 

Revisi tersebut, kata Airlangga juga akan mencakup pembentukan Komite Kebijakan dan Pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menyesuaikan dengan perubahan struktur kementerian di kabinet.

"Jadi komite kebijakan pembiayaan usaha yang produktif. Dan dengan adanya perubahan dari struktur kabinet memasukkan Menteri Koordinator Bidang Pangan maupun Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat di dalam komite," jelas Airlangga.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya