Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pajak Turun, Ekspor Minyak Sawit Indonesia Melonjak di Februari

SELASA, 18 MARET 2025 | 09:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ekspor minyak kelapa sawit mentah dan olahan melonjak 62,2 persen pada Februari. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, harga tersebut merupakan level tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Total ekspor minyak sawit Indonesia mencapai 2,06 juta metrik ton pada Februari, menjadi  angka tertinggi sejak Oktober 2024.


Peningkatan ekspor terjadi di tengah kebijakan pemerintah Indonesia menurunkan pajak ekspor. kebijakan ini membuat harga lebih kompetitif dibandingkan Malaysia.

Jumlah ekspor naik 45,1 persen dari dibandingkan dengan Februari tahun lalu. Namun, data ini tidak mencakup ekspor minyak inti sawit, oleokimia, dan biodiesel, yang biasanya dirilis oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). 

Ekspor minyak sawit yang lebih tinggi dari Indonesia - produsen minyak tropis terbesar di dunia - dinilai akan membantu menurunkan stok dan mendukung harga minyak sawit yang saat ini sudah lebih tinggi dari harga minyak kedelai.

Pemerintah menetapkan harga referensi minyak sawit mentah (CPO) lebih rendah pada Februari dengan mengurangi pajak ekspor dari 178 Dolar AS (setara Rp2,9 juta) per ton menjadi 124 Dolar AS (sekitar Rp2 juta) per ton. 

Kebijakan ini memperkuat daya saing ekspor Indonesia di pasar global dan menarik lebih banyak pembeli internasional.

Meskipun ekspor meningkat, stok minyak sawit Indonesia diperkirakan tidak akan mengalami lonjakan tajam. Hal ini disebabkan oleh kebijakan wajib pencampuran biodiesel sebesar 40 persen (B40). Kebijakan ini menyerap sebagian produksi dalam negeri.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya