Berita

Enam orang resmi mengenakan rompi oranye tahanan KPK usai terjaring OTT/RMOL

Hukum

KPK Dalami Keterlibatan Bupati dan DPRD OKU

MINGGU, 16 MARET 2025 | 23:12 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mendalami keterlibatan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Teddy Meilwansyah dan anggota DPRD Kabupaten OKU lainnya dalam kasus dugaan suap proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto mengatakan, pihaknya masih melakukan investigasi lebih mendalam terkait keterlibatan pihak lain dalam perkara yang diawali dengan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten OKU.

"Pencairan uang muka itu ada ketelibatan dari beberapa pihak untuk bisa terjadinya proses pencairan. Nah ini nanti akan didalami oleh penyidik," kata Setyo kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Minggu, 16 Maret 2025.


Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu menambahkan, pihaknya akan mendalami pertemuan yang melibatkan Bupati OKU Teddy Meilwansyah dengan para pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Ini ada dua ya, ada pejabat bupati karena pada saat sebelum dilantik 2024 itu dijabat (penjabat bupati). Nah kemudian 2025 setelah pelantikan ada bupati definitif. Nah ini dua-duanya juga tentunya akan kita dalami perannya, sehingga terlihat," kata Asep.

Karena, kata Asep, dalam penentuan besaran fee pokok pikiran (pokir) modus proyek di Dinas PUPR tersebut harus ada keputusan pejabat tertinggi di Pemkab OKU, dalam hal ini bupati.

"Nah yang demikian itu tentu akan kita perdalam, dan tentunya juga kaitannya nanti dengan pejabat yang sebelumnya dan yang lain-lain, ditunggu saja," kata Asep.

Tak hanya itu, kata Asep, pihaknya juga akan mendalami keterlibatan anggota DPRD OKU lainnya melalui tiga anggota DPRD OKU yang sudah ditetapkan sebagai tersangka sebagai perwakilan dari anggota DPRD OKU.

"Kami akan terus mendalami dari anggota DPRD yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka, seperti apa sebetulnya dari pertemuan tersebut. Berapa pembagiannya dan lain-lain. Kemudian nanti kita lihat lagi untuk yang anggota DPRD yang lainnya, tentunya akan kita minta keterangan," pungkas Asep.

Pada hari ini, KPK resmi menetapkan enam dari delapan orang yang terjaring OTT sebagai tersangka, yakni Ferlan Juliansyah selaku Anggota Komisi III DPRD OKU, M Fahrudin  selaku Ketua Komisi III DPRD OKU, Umi Hartati selaku Ketua Komisi II DPRD OKU, Nopriansyah selaku Kepala Dinas PUPR Pemkab OKU, Fauzi alias Pablo selaku swasta, dan Ahmad Sugeng Santoso selaku swasta.

Dalam OTT itu, KPK mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp2,6 miliar, satu unit mobil Toyota Fortuner, dokumen, alat komunikasi, dan barang bukti elektronik lainnya.




Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya