Berita

Kredivo/Repro

Nusantara

Akun Kredivo Dibobol, Korban Malah Disuruh Bayar Tagihan Puluhan Juta

SABTU, 15 MARET 2025 | 14:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kejahatan phishing dialami seorang wartawan asal Surabaya, Noviyanto Aji. Tak main-main, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Kasus tersebut terjadi pada Selasa, 4 Maret 2025 saat akun Kredivo atas nama Noviyanto Aji dibobol orang tidak bertanggung jawab dan digunakan untuk bertransaksi barang elektronik di platform TikTok dengan nilai lebih dari Rp24 juta.

Menurut Noviyanto, ceritanya berawal saat ponsel miliknya dipakai anak untuk melihat YouTube, game, dan aplikasi Facebook. Di saat itulah, muncul iklan dan tanpa sengaja diklik sang anak.
 

 
"Secara otomatis iklan itu terkirim ke sebuah pesan WhatsApp sekitar pukul 09.00 WIB. Seolah-olah saya yang mengirim pesan tersebut ke nomor +62 21 5010 5590 dengan gambar logo Kredivo dan tulisan pengajuan kartu. Di situ tertulis alamat Kredivo lengkap. Terus ada Instagram dengan akun @cardapplication dengan jumlah follower 11.585," kata Noviyanto menceritakan, Sabtu 15 Maret 2025.

Noviyanto memang sudah menggunakan aplikasi Kredivo sekitar 2 tahun. Selama ini, akun tersebut dipakai untuk keperluan rumah tangga, seperti membeli token listrik, bayar PDAM hingga beli BBM.

Dalam pesan singkat tersebut, tertulis pesan card application dan menawarkan Flexi Card. Noviyanto juga menceritakan sempat dihubungi nomor +6221 5010 5590 dan diangkat oleh istrinya.

"Dan sebagaimana selanjutnya, istri saya seperti terkena hipnotis untuk mengikuti semua arahan nomor tersebut," terangnya.

Saat berbicara di telepon, pelaku phishing mengaku dari Kredivo dan meminta istri korban mengisi biodata, mulai dari nama, nomor ponsel terdaftar, alamat penerima, hingga foto.

Tak berselang lama pelaku mengirim sebuah tautan untuk diisi. Istri Noviyanto saat itu tidak sadar dan mengikuti arahan. Tautan kemudian diklik. 

"Di halaman beranda terdapat tampilan Kredivo yang dianggap istri saya seperti resmi. Di situ istri saya disuruh mengisi nomor handphone dan kode OTP tadi. Hasil mengisi gagal. Istri saya bilang bahwa kode OTP sudah kadaluarsa. Setelah itu tidak ada lagi pesan chat dari pemilik nomor yang mengaku dari Kredivo tadi," urainya.

Namun yang terjadi selanjutnya, akun Kredivo Noviyanto sudah tidak bisa dipakai lagi alias blank. Hal ini diadukan istri ke Noviyanto.

Noviyanto kemudian mendatangi toko bernama Hartono pada pukul 16.00 WIB untuk menemui pegawai Kredivo dan meminta bantuan memulihkan akun. Namun upayanya nihil dan selalu gagal.

Noviyanto kemudian disarankan menghubungi CS Kredivo di nomor 08041573348. Dalam pengaduannya, Noviyanto mengeluhkan tidak bisa masuk menggunakan akun karena terblokir.

"Kami jelaskan kronologisnya. Dari pihak CS Kredivo membantah menawarkan layanan Flexi Card. CS menjelaskan bahwa pada pukul 10.00 WIB telah terjadi transaksi di platform TikTok sebesar Rp24 juta. Dari situ saya langsung shock. Kami baru sadar bahwa kami terkena kejahatan phishing atau penipuan online," cerita Noviyanto.

Noviyanto juga  mendapat email dari Kredivo yang menginformasikan mendeteksi perubahan nomor ponsel akun Kredivo dari nomor lama ke nomor baru. Termasuk notifikasi di email yang menginformasikan bahwa akun Kredivo telah diblokir sementara dengan alasan Keamanan & Privasi Akun.

Pemberitahuan lain, ada pembayaran/transaksi cicilan Kredivo sebesar Rp24.300.500 di belanja TikTok dengan ID transaksi 712213965. Rinciannya, transaksi barang elektronik Rp23.868.500 dan KrediShield Rp432.000. Total transaksi Rp24.300.500 dengan total tagihan Rp39.464.740.
 
Atas kejadian ini, Noviyanto melaporkan ke Polrestabes Surabaya pada 5 Maret 2025 dengan Laporan/Pengaduan Masyarakat Nomor: LPM/353/III/2025/SPKT/POLRESTABES SURABAYA.

"Kejadian ini sama sekali tidak ada unsur kesengajaan. Karena kami benar-benar telah menjadi korban tipu daya," imbuhnya.

Sementara dari pihak Polrestabes Surabaya menyarankan korban membuat pengaduan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur agar dapat difasilitasi masalah ini dengan pihak Kredivo.

Noviyanto lantas melayangkan aduan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) di kontak157.ojk.go.id. Dari pihak Kredivo sudah memberi jawaban pada Jumat 14 Maret 2025, dengan inti korban tetap diharuskan membayar tagihan.

"Jujur saya sangat kecewa. Kami seperti jatuh tertimpa tangga. Kami ditipu, lalu disuruh bayar plus bunganya. Harapan kami tentu ada win-win solution atas permasalahan ini. Saya korban," pungkasnya.

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

ICMI Terima Wakaf 2 Ribu Mushaf Al-Qur'an

Minggu, 22 Februari 2026 | 00:10

Tantangan Direksi Baru BPJS Kesehatan Tak Ringan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:43

Polri di Bawah Presiden Sudah Paten dan Tidak Ada Perdebatan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

AKBP Catur cuma Sepekan Jabat Plh Kapolres Bima Kota

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

Palu Emas Paman

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:01

BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:56

BI-Kemenkeu Sepakati Pengalihan Utang Tahun Ini, Nilainya Rp173,4 Triliun

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:40

Teror Ketua BEM UGM, Komisi III Dorong Laporan Resmi ke Aparat

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:14

PB IKA PMII Pimpinan Fathan Subchi Pastikan Kepengurusan Sah Secara Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:37

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:03

Selengkapnya