Berita

Ilustrasi/ist

Bisnis

BPKH Harus Investasi Langsung di Arab Saudi, Ini Alasannya

SENIN, 10 MARET 2025 | 16:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) diminta agar melakukan investasi langsung di Makkah dan Madinah untuk memutar nilai manfaat biaya haji para jemaah.

Hal itu disampaikan pakar ekonomi syariah dari Indef Prof Nur Hidayah ketika rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 10 Maret 2025.

Prof Nur Hidayah menuturkan bahwa investasi langsung tersebut perlu dilakukan agar BPKH memiliki investasi jangka panjang dalam pengelolaan biaya haji. 


“Investasi langsung yang dilakukan di luar negeri yang dilakukan di beberapa hotel di Makkah dan Madinah untuk turut diperluas sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi BPKH untuk memenuhi kebutuhan valuta asing dalam penyelenggaraan ibadah haji,” bebernya.

“Investasi langsung dapat meliputi hotel, tanah, perkebunan dan berbagai bisnis lainnya,” sambungnya.

Selain itu, Prof Nur Hidayah juga memberikan rekomendasi kepada BPKH agar dapat melakukan investasi dalam bentuk surat berharga. Pasalnya, investasi ini mengalami peningkatan cukup signifikan setiap tahunnya.

“Rekomendasi keuangan haji Indonesia untuk investasi surat berharga, dengan mempertahankan investasi surat berharga. Karena mengalami peningkatan dari tahun ke tahun peningkatan investasi surat berharga menjadi faktor utama peningkatan total aset BPKH,” tutupnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya