Berita

Menteri Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat, 7 Maret 2025/RMOL

Politik

Rosan Ungkap Alasan Prabowo Undang Taipan Hingga Miliarder AS ke Istana

JUMAT, 07 MARET 2025 | 18:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah konglomerat dalam negeri dan Amerika Serikat Ray Dalio untuk hadir dalam rapat terbatas bersama menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 7 Maret 2025.

Menurut Menteri Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani,  pertemuan itu digelar untuk saling bertukar pendapat terkait pengembangan Dana Anagata Nusantara (Danantara) yang baru diluncurkan pemerintah akhir Februari lalu.

"Bersama tim dari Danantara dan juga Bapak Presiden, dan Ray Dalio kita berbagi pikiran bagaimana pengembangan Danantara," ungkap Rosan usai pertemuan.
 

 
Rosan mengatakan, Dalio terlibat dalam rapat tersebut karena memiliki pengalaman bisnis yang luar biasa di seluruh dunia.  
 
"Ia (Dalio) salah satu investor terbesar yang paling berhasil di dunia, yang mana beliau ini sudah involved, menjadi investor yang memberikan masukan di dalam banyak sovereign fund lainnya. Beliau ada di Temasek, ada di PIF yang di Saudi Arabia, ada yang di UAE dan beberapa negara lainnya," paparnya.

Untuk itu, Rosan menilai masukan yang diberikan Ray akan membantu Danantara memaksimalkan tugasnya dalam mengelola dividen holding investasi, dividen holding operasional, dan dividen BUMN.

"Jadi inputan dan masukan dari Ray Dalio ini kepada kami ini sangat-sangat baik, sangat-sangat bagus masukan-masukannya sehingga kedepannya ini peran dari Danantara ini bisa berjalan sesuai dengan amanahnya," kata dia.

Rosan menyoroti masukan Dalio soal Danantara yang pekerjaan besarnya adalah bersama-sama dengan dunia usaha. Sehingga perlu dipelajari bagaimana kerjasama itu dijalankan dengan terbuka, dan transparan.

Termasuk juga dalam beberapa masukan untuk pengembangan perbandingan bagaimana pada saat China ataupun UAE membentuk Sovereign Wealth Fund ini.

"Jadi bentuk kerjasama seperti apa, kemudian inisiatifnya seperti apa, bidang-bidangnya seperti apa. Jadi pembicaranya tadi cukup, dan kita juga terbuka apabila kita juga, karena kita kan benchmarking atau melakukan perbandingan dengan negara-negara lain Sovereign Wealth Fundnya," ungkap Rosan.

Selain miliarder asal AS, rapat itu juga melibatkan para penguasa Indonesia yakni Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam yang merupakan pemilik Jhonlin Group, pemilik Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan, dan Anthony Salim, pemilik Adaro Boy Thohir.

Selain itu, Ketua Kadin Anindya Bakrie, Bos Lippo James Riady, konglomerat Medco Energy Hilmi Panigoro, Bos Sinar Mas Franky Oesman Widjaja, Bos Barito Pacific Prajogo Pangestu, Bos Trans Corp Chairul Tanjung hingga Bos Artha Graha Tomy Winata.

"Kemudian yang terakhir juga dengan melibatkan beberapa pengusaha, juga beberapa menteri dan juga (pengurus) Danantara kembali berdiskusi dan bertukar pikiran dengan Ray Dalio," kata Rosan.

Menurut Rosan, pertemuan para pengusaha dan menteri tadi berjalan sangat menarik dan terbuka.

"Dan ini baru saja selesai, diskusinya sangat-sangat luar biasa, sangat-sangat menarik. Nah ini kita terbuka juga, kita bisa mengadopt dan tentunya kita sesuaikan dengan kondisi yang ada di Indonesia," ujarnya.

Selain itu, Rosan mengungkap arahan presiden soal pelaksanaan dunia usaha yang transparan dan penuh dengan kehati-hatian.

"Yang paling penting juga investasi itu dijalankan dengan penuh kehati-hatian dan tentunya return yang jelas, return yang baik yang bisa dihitung secara terbuka," pungkasnya.

Pejabat pemerintah yang hadir dalam rapat di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Hadir juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri BUMN Erick Thohir dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya