Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Saham-saham Asia Berguguran, IHSG Berpotensi Menguat

JUMAT, 07 MARET 2025 | 10:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Asia berjatuhan pada pembukaan perdagangan Jumat 7 Maret 2025. 

Dikutip dari AFP, indeks ASX 200 Australia dibuka melemah 1,28 persen. Indeks berlanjut anjlok 1,55 persen atau 125,2 poin ke level 7.969,5.

Indeks Kospi, Korea Selatan, jatuh 1,15 persen. Kosdaq juga turun 0,57 persen. 


Indeks Nikkei 225, Jepang jatuh  2,01 persen. Topix juga anjlok 1,8 persen.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka merosot 1,11 persen atau 270,23 poin ke 24.099,48. 

Indeks Shanghai Composite, China, turun 0,29 persen menjadi 3.371,2.

Investor mencermati data perdagangan gabungan Januari dan Februari di China. Survei ekonom Reuters memperkirakan pertumbuhan ekspor melambat menjadi 5 persen yoy, sementara pertumbuhan impor diperkirakan tetap stabil di 1 persen.

Jatuhnya saham-saham di Asia terseret oleh tren penurunan indeks saham acuan pada sesi penutupan bursa saham Wall Street . 

Pasar kehilangan kepercayaan karena penerapan tarif Trump yang berubah-ubah, dan mengkhawatirkan data ekonomi AS yang meningkatkan kewaspadaan bahwa kebijakan ekonomi Trump bisa menekan ekonomi AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan masih berpotensi menguat setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan melonjak 1,32 persen ke level 6.617. 

Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO), di New York Stocks Exchange naik 0,35 persen menjadi 17,11 Dolar AS.

Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup turun. Investor semakin menghindari risiko di tengah berlanjutnya aksi jual di Wall Street, mengkhawatirkan dampak potensial tarif Trump terhadap ekonomi AS.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya