Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Perang Dagang Bikin Pasar Panik, Harga Minyak Melorot Lebih 2 Persen

KAMIS, 06 MARET 2025 | 10:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia mengalami penurunan lebih dari 2 persen pada perdagangan Rabu, 5 Maret 2025 akibat sejumlah faktor utama termasuk membludaknya persediaan minyak mentah Amerika Serikat.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 1,74 Dolar AS atau 2,45 persen menjadi 69,30 Dolar AS per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,95 Dolar AS atau 2,86 persen menjadi 66,31 Dolar AS per barel.

Pasar mulai tertekan sejak data dari Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah naik 3,6 juta barel menjadi 433,8 juta barel dalam seminggu terakhir. Angka ini jauh lebih tinggi dari perkiraan analis yang hanya memprediksi kenaikan sebesar 341.000 barel. 


Pasar juga dipengaruhi keputusan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia, untuk meningkatkan produksi sebesar 138.000 barel per hari. Ini merupakan kenaikan pertama sejak 2022 dan menambah tekanan bagi harga minyak yang sudah melemah.

Kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap Kanada, China, dan Meksiko turut memperburuk situasi. Pemerintah AS mengenakan tarif sebesar 25 persen untuk barang impor dari Kanada dan Meksiko, serta 10 persen untuk produk dari China. Langkah ini memicu kekhawatiran pasar bahwa perang dagang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global dan menurunkan permintaan energi. 

Kanada dan China langsung merespons dengan tindakan balasan, sementara Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan bahwa negaranya juga akan menanggapi, meski belum memberikan rincian lebih lanjut.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya