Berita

Salju palsu di Chengdu, Sichuan, Tiongkok.

Dunia

Tiongkok Tercoreng Salju Palsu di Chengdu

SENIN, 03 MARET 2025 | 18:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sebuah desa wisata di provinsi barat daya Sichuan, Tiongkok, yang terkenal dengan pemandangan saljunya yang indah, baru-baru ini menyampaikan permintaan maaf secara terbuka karena menggunakan kapas dan air sabun untuk membuat salju palsu. 

Permintaan maaf ini mereka sampaikan setelah kritik keras dari para pengunjung menjadi viral.

Dalam sebuah unggahan di akun Wechat resminya, proyek Desa Salju Chengdu mengatakan bahwa selama liburan Tahun Baru Imlek pada akhir Januari, cuaca hangat dan desa salju tersebut tidak terbentuk seperti yang diharapkan.


Bloomberg melaporkan, Tiongkok menghadapi gelombang panas yang lebih panas dan lebih lama serta hujan lebat yang lebih sering dan tidak dapat diprediksi sebagai akibat dari perubahan iklim, demikian peringatan dari biro cuaca negara tersebut.

“Untuk menciptakan suasana ‘bersalju’, desa wisata tersebut membeli kapas untuk salju... tetapi tidak mencapai efek yang diharapkan, sehingga meninggalkan kesan yang sangat buruk bagi para wisatawan yang datang berkunjung,” kata manajemen proyek Desa Salju Chengdu dalam pernyataan tersebut.

Setelah menerima umpan balik dari sebagian besar netizen, kawasan wisata tersebut mulai membersihkan semua kapas salju.

Manajemen desa tersebut menjanjikan pengembalian uang pembelian tiket wisatawan. Situs tersebut telah ditutup sejak saat itu.

Foto-foto di Wechat menunjukkan kain wol katun besar berserakan di sekitar halaman, hanya menutupi sebagian area berdaun. "Lapisan salju tebal tampak menyelimuti rumah-rumah di zona tersebut, tetapi saat Anda mendekat, semuanya adalah kapas," kata seorang netizen.

“Di era Internet yang berkembang pesat saat ini, tempat-tempat wisata harus beriklan dengan jujur ??dan menghindari penipuan atau iklan palsu, jika tidak, mereka hanya akan merugikan diri mereka sendiri,” tulis salah seorang netizen.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya