Berita

Ilustrasi/PLN

Bisnis

Imbas Diskon Tarif Listrik, RI Alami Deflasi 0,48 Persen pada Februari 2025

SENIN, 03 MARET 2025 | 13:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2025 terjadi deflasi sebesar 0,48 persen secara bulanan (mtm).

Penyumbang deflasi utama pada Februari ini berasal kelompok perumahan, air, listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin, 3 Maret 2025 mengatakan, deflasi yang terjadi pada periode ini dipicu oleh adanya diskon tarif listrik yang memberikan andil 0,67 persen.


"(Deflasi) karena diskon listrik masih berlangsung di Februari 2025. Pelanggan pascabayar merasakan penurunan harga atau diskon tarif listrik ini pada Februari (2025) untuk pembayaran tagihan listrik Januari 2025," terang Amalia 

Selain diskon tarif listrik, penurunan harga pangan yang bergejolak juga menjadi penyebab deflasi. Amalia merinci bahan pangan penyumbang deflasi Februari 2025, antara lain daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, tomat, dan telur ayam ras.

"Dari kelompok pengeluaran makanan dan minuman serta tembakau, komoditas yang mendorong terjadinya deflasi adalah penurunan harga bawang merah dan cabai merah di sepanjang Februari dengan andil deflasi 0,05 persen dan 0,04 persen," kata Amalia.

Dari 38 provinsi, terdapat 33 provinsi yang mengalami deflasi dan 5 provinsi mengalami inflasi. 

Inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar 2,78 persen dan inflasi terendah di Sulawesi Tengah 0,06 persen.

Deflasi terdalam terjadi di Papua Barat sebesar 1,41 persen dan deflasi tertinggi Kepulauan Bangka Belitung 0,03 persen.

"Deflasi pada Februari 2025 ini tidak sedalam deflasi pada Januari 2025. Berdasarkan data historis dalam lima tahun terakhir, tingkat inflasi Februari selalu lebih rendah dibandingkan Januari," katanya.

Sementara penyumbang deflasi terbesar secara tahunan adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. 

Amalia mengatakan kelompok itu deflasi 12,08 persen yoy dengan andil 1,92 persen secara tahunan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya