Berita

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, tiba di KPK untuk menjalani pemeriksaan usai resmi ditahan/RMOL

Hukum

Ini Kondisi Hasto Jelang Pemeriksaan Usai Sepekan Ditahan KPK

RABU, 26 FEBRUARI 2025 | 13:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Setelah satu pekan ditahan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menjalani pemeriksaan perdana dalam kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan, Rabu 26 Februari 2025. 

Hasto pun menyampaikan kondisinya setelah ditahan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pantauan RMOL, pada pukul 12.40 WIB, Hasto tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan menggunakan mobil tahanan KPK.


Saat digiring petugas KPK menuju ruang pemeriksaan, Hasto menyempatkan untuk menyampaikan pernyataan kepada para wartawan yang menunggunya.

"Hari ini, saya menjalani pemeriksaan kembali, dan perlu saya tegaskan bahwa ketika menjalani status sebagai tahanan, kondisi saya baik-baik saja," kata Hasto kepada wartawan, Rabu siang, 26 Februari 2025.

Hasto menyebut bahwa selama di Rutan semangat dirinya tetap bergelora untuk berjuang mendapatkan keadilan.

"Dan perjuangan untuk masa depan Indonesia Raya, agar dijauhkan dari campur tangan kekuasaan yang menggunakan hukum sebagai alat penindas," tegas Hasto.

KPK resmi menahan Hasto sebagai tersangka pada Kamis, 20 Februari 2025. Penahanan Hasto dilakukan KPK dalam kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan perkara suap penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024. Hasto ditetapkan sebagai tersangka pada 23 Desember 2024.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya