Berita

PDIP menggelar jumpa media usai penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto atas dugaan suap dan perintangan penyidikan buronan Harun Masiku/RMOL

Politik

PDIP Minta Seluruh Kader Banteng Tenang

KAMIS, 20 FEBRUARI 2025 | 23:23 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kader banteng diminta tetap tenang menghadapi penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap dan perintangan penyidikan kasus Harun Masiku.

"Kepada seluruh kader, keluarga besar PDI Perjuangan, kami minta tetap tenang dan solid di bawah pimpinan Ketua Umum Ibu Megawati Sukarnoputri," kata Ketua DPP PDIP Bidang Hukum, Ronny Talapessy, dalam jumpa media di Gedung DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis malam, 20 Februari 2025.

"Semua kegiatan dan aktivitas Partai saat ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Ibu Megawati Sukarnoputri," tegas Ronny.


Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto telah mengenakan rompi oranye dan tangannya diborgol penyidik KPK pada Kamis sore, 20 Februari 2025.

Hasto dianggap bersalah atas dugaan suap dan perintangan penyidikan atas kasus suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang dilakukan Harun Masiku.

KPK menjelaskan, Hasto pada 8 Januari 2020 memerintahkan Nur Hasan selaku penjaga Rumah Aspirasi di Jalan Sutan Syahrir Nomor 12A yang biasa digunakan sebagai kantor oleh Hasto untuk menelepon Harun supaya merendam ponselnya ke dalam air dan segera melarikan diri karena ada OTT KPK.

Atas arahan Hasto itu, Harun berhasil kabur dan hingga saat ini berstatus buron.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya