Berita

Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah saat bertemu dengan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf pada Rabu 19 Februari 2025/Ist

Bisnis

BPKH Gandeng PBNU Tingkatkan Literasi Keuangan Haji

KAMIS, 20 FEBRUARI 2025 | 11:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam upaya meningkatkan literasi keuangan haji di Indonesia. 

Sinergi ini diresmikan dalam kunjungan BPKH ke kantor PBNU di Jakarta pada Rabu 19 Februari 2025 yang juga bertujuan memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana haji.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menegaskan bahwa kolaborasi dengan PBNU menjadi langkah untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan haji.


"Kolaborasi dengan PBNU adalah langkah kunci untuk memastikan pengelolaan keuangan haji yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan umat," ujarnya dalam keterangan resmi.

Selain meningkatkan literasi keuangan haji, BPKH juga meminta dukungan PBNU dalam revisi undang-undang pengelolaan keuangan haji agar lebih sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Revisi ini diharapkan dapat memperbaiki tata kelola haji sehingga lebih transparan dan memastikan kepentingan umat tetap terjamin.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menyambut inisiatif BPKH dan menyatakan kesiapan PBNU untuk mendukung upaya peningkatan literasi keuangan haji, pemberdayaan ekonomi umat, serta pendampingan bagi calon jamaah haji.

Sebagai tindak lanjut, BPKH dan PBNU juga sepakat menyusun memorandum of understanding (MoU) yang mencakup berbagai bidang kerja sama, seperti edukasi keuangan haji, fatwa terkait keuangan haji, riset, serta penguatan kelembagaan.

Adapun pertemuan ini turut dihadiri oleh anggota Badan Pelaksana BPKH, termasuk Sulistyowati, Acep Riana Jayaprawira, dan Arief Mufraini, serta jajaran pengurus PBNU.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya