Berita

Presiden Prabowo Subianto/Ist

Politik

Prabowo Buktikan Piawai Ekonomi seperti Soemitro

SELASA, 18 FEBRUARI 2025 | 10:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengambil langkah besar dalam menjaga keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dengan melakukan efisiensi anggaran hingga mencapai Rp750 triliun. 

Kebijakan ini bukanlah keputusan yang mudah. Prabowo mengakui bahwa langkah efisiensi dalam skala besar akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk penolakan dari berbagai pihak baik di dalam maupun di luar pemerintahan. 

Namun, Prabowo menegaskan bahwa langkah ini diperlukan untuk menjaga stabilitas keuangan negara di tengah tekanan ekonomi yang semakin besar.


Menurut Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat) Sugiyanto, dengan efisiensi sebesar Rp750 triliun, pemerintah memiliki peluang untuk menekan jumlah utang baru yang diperlukan guna mendanai program-program prioritas. 

"Presiden Prabowo Subianto adalah seorang pemimpin yang juga piawai di bidang ekonomi," kata Sugiyanto kepada RMOL, Selasa 18 Februari 2025.

Seperti ayahnya, ekonom Soemitro Djojohadikoesoemo, Prabowo menunjukkan keahliannya dalam mengatur keuangan negara dengan kebijakan strategis yang berani.

Kebijakan ini menjadi tanda awal kebangkitan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Dengan manajemen anggaran yang efisien, negara diharapkan dapat terus berkembang menuju kesejahteraan rakyat yang lebih baik. 

"Presiden Prabowo Subianto dapat menjalankan pemerintahannya dengan kebijakan efisiensi yang aman dan lancar," pungkas Sugiyanto.



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya