Berita

Pasukan pemberontak M23 di Bukavo, Kongo Timur/Net

Dunia

Didukung Rwanda, Pemberontak M23 Rebut Kota Besar Kedua di Kongo Timur

SENIN, 17 FEBRUARI 2025 | 09:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pasukan pemberontak M23 yang didukung Rwanda telah menduduki kota besar kedua di Kongo timur yang kaya mineral, Bukavu. 

Menurut laporan media lokal, para pemberontak berhasil mengambil alih kantor gubernur Bukavo pada Minggu, 16 Februari 2025 dan ambisinya untuk menggulingkan pemimpin Kongo saat ini semakin kuat. 

Ribuan ribuan warga terlihat menyambut kedatangan para pemberontak di Bukavu setelah perjalanan panjang dari Goma, kota berpenduduk 2 juta orang yang mereka kuasai bulan lalu.


Kementerian Komunikasi Kongo dalam pernyataannya di media sosial mengakui bahwa Bukavu telah diduduki dan menyatakan bahwa pemerintah nasional melakukan segala yang mungkin untuk memulihkan ketertiban dan integritas teritorial di wilayah tersebut.

Namun, saksi mata di Bukavu mengatakan pasukan pemerintah tampaknya telah meninggalkan kota tersebut. 

"Apakah pemerintah menunggu mereka mengambil alih kota-kota lain untuk mengambil tindakan? Itu pengecut," ujar Blaise Byamungu, seorang warga Bukavu, seperti dimuat Associated Press pada Senin, 17 Februari 2025. 

M23 merupakan salah satu dari lebih dari 100 kelompok bersenjata yang bersaing untuk menguasai sumber daya mineral di Kongo timur. 

Menurut laporan PBB, kelompok ini didukung oleh sekitar 4.000 tentara dari negara tetangga, Rwanda.

Bernard Maheshe Byamungu, salah satu pemimpin M23 yang telah dijatuhi sanksi oleh Dewan Keamanan PBB atas pelanggaran hak asasi manusia, mengatakan kepada warga Bukavu bahwa mereka telah hidup di hutan belantara.

"Kami akan membersihkan kekacauan yang tersisa dari rezim lama," ujar Byamungu di depan kantor gubernur Kivu Selatan.

Pernyataan ini disambut sorakan dari beberapa warga yang mendesak mereka untuk melanjutkan perjalanan hingga ke Kinshasa, ibu kota Kongo.

Meskipun tidak mengumumkan secara resmi perebutan Bukavu, berbeda dengan penguasaan Goma sebelumnya, langkah ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.

Pertempuran di Kongo timur memiliki akar konflik etnis yang kompleks. M23 mengklaim membela hak etnis Tutsi di Kongo, sementara Rwanda menuduh militer Kongo bekerja sama dengan milisi Hutu yang bertanggung jawab atas genosida di Rwanda tahun 1994. Namun, Kongo membantah tuduhan tersebut.

Menurut Christian Moleka, seorang ilmuwan politik di lembaga pemikir Kongo Dypol, kehadiran Corneille Nangaa sebagai wajah baru M23 memberikan kelompok tersebut "wajah Kongo yang lebih beragam," berbeda dari citra sebelumnya sebagai kelompok yang membela minoritas Tutsi.

Presiden Kongo Felix Tshisekedi telah memperingatkan potensi perluasan konflik regional. Sementara itu, pasukan Kongo di Goma didukung oleh tentara Afrika Selatan, dan di Bukavu oleh pasukan dari Burundi. 

Namun, Presiden Burundi, Evariste Ndayishimiye, melalui pernyataannya di media sosial mengisyaratkan bahwa negaranya tidak akan terlibat dalam pertempuran di Bukavu.

Konflik ini menjadi agenda utama dalam KTT Uni Afrika di Ethiopia. Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, memperingatkan bahwa pertempuran di Kongo timur berisiko berubah menjadi konflik regional besar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya