Berita

Ilustrasi kendaraan dinas anggota DPR/Net

Politik

Daripada Sibuk Berkomentar, Anggota Dewan Diminta Naik Transportasi Umum dalam Berkegiatan

MINGGU, 02 FEBRUARI 2025 | 00:59 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Anggota DPR/MPR seharusnya mencoba transportasi umum saat berkegiatan dalam rangka mendukung program penghematan anggaran yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno menyebut, kalau tidak ingin telat, wakil rakyat harus berangkat lebih awal.

"Artinya tidak alasan itu (telat), alasan dicari-cari. Kalau tidak mau telat, berangkat lebih awal, kan mendukung program anggaran yang dipangkas," kata Djoko kepada RMOL, Sabtu, 1 Februari 2025.


Djoko pun menilai tidak ada alasan bagi para wakil rakyat untuk mencoba naik transportasi umum saat rapat. Sebab lokasi gedung DPR/MPR di Senayan Jakarta terjangkau oleh angkutan umum, baik TransJakarta maupun Commuter Line.

Selain itu, penghematan juga bisa dilakukan dengan mengurangi biaya pengawalan pejabat.

"Pengawalan, biaya operasional katakanlah antara Rp10 juta sampai Rp20 juta bisa habis untuk pengawal. Belum untuk gaji, itu pemborosan dan bisa dialihkan pemangkasan subsidi buat transportasi umum," terang Djoko.

Kemudian, lanjut Djoko, pemangkasan juga bisa diterapkan untuk program prioritas lainnya. Salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Program MBG silakan berlangsung, tetapi program-program yang menyangkut pelayanan publik dasar termasuk keselamatan, transportasi umum, kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan jangan dikorbankan," tuturnya.

Pandangan Djoko di atas diutarakan merespons pernyataan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang menilai pejabat masih memerlukan penggunaan patwal guna menghindari kemacetan dan datang terlambat saat rapat. 

Politikus senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu lantas menyinggung sistem transportasi umum yang belum memadai.

"Kalau transportasi umum itu sudah siap, kenapa tidak. Anda lihat sekarang kalau kita mau ke sini (DPR) transportasi umum dari mana. Terus kalau mau rapat, terus kalau semuanya telat, nanti dibully telat," kata Hidayat kepada wartawan Jumat 31 Januari 2025.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya