Berita

Tesla/Net

Bisnis

Laba Tesla Anjlok 23 Persen

KAMIS, 30 JANUARI 2025 | 14:12 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

RMOL.  Perusahaan mobil listrik milik Elon Musk, Tesla mencatat laba sebesar 8,4 miliar Dolar AS atau sekitar Rp136 triliun. Angka ini anjlok 23 persen dibanding tahun sebelumnya.

Seperti dikutip Forbes, Kamis 30 Januari 2025, penurunan ini menjadi yang kedua secara berturut-turut setelah perusahaan mencatat rekor laba tertinggi pada 2022.

Pelemahan kinerja Tesla tercermin dalam laporan keuangan kuartal IV-2024, di mana perusahaan hanya meraup laba 2,3 miliar Dolar AS (Rp37 triliun), atau anjlok 71 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.


Penurunan tersebut sebagian besar disebabkan oleh insentif pajak besar-besaran yang diterima Tesla pada kuartal IV-2023. Insentif ini sempat mendongkrak laba perusahaan secara signifikan tahun lalu, sehingga membuat perbandingan dengan kuartal terbaru menjadi kontras.

Tak hanya itu, laba Tesla pada kuartal IV-2024 juga lebih rendah dari perkiraan pasar, sesuatu yang jarang terjadi bagi perusahaan otomotif listrik terbesar di dunia ini.

Meski menghadapi tekanan finansial, Tesla tetap optimistis terhadap prospek bisnisnya di tahun mendatang. 

"Dengan kemajuan dalam bidang mobil otonom dan pengenalan produk-produk baru, kami mengharapkan bisnis kendaraan kembali tumbuh pada 2025," tulis Tesla dalam pernyataannya.

Sebagai strategi pemulihan, Tesla berencana meluncurkan model kendaraan listrik dengan harga lebih terjangkau pada 2025. Selain itu, perusahaan juga tengah bersiap untuk meluncurkan robotaxi terbaru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ini.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya