Berita

Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar/Ist

Nusantara

Kinerja Nasaruddin Umar Memperkokoh Nilai Agama untuk Cita-cita Bangsa

SELASA, 28 JANUARI 2025 | 16:36 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Muhammad Aras Prabowo memberikan apresiasi besar terhadap kinerja Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. 

Menurutnya KH Nasaruddin Umar, yang juga dikenal sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, membawa pengalaman panjang dalam pengelolaan keagamaan dan advokasi kerukunan umat beragama di Indonesia. 

“Di bawah kepemimpinannya, Kementerian Agama (Kemenag) telah berhasil menunjukkan kinerja yang signifikan, terutama dalam memperkuat pelayanan masyarakat, mempercepat pengelolaan haji dan umrah, serta memperkuat program moderasi beragama,” kata Aras dalam keterangannya yang diterima redaksi, Selasa, 28 Januari 2025.


Lanjut dia, hasil survei terbaru Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) bertajuk “Survei 100 Hari Kerja: Performa Kinerja Pemerintah dan Dinamika Sosial dan Politik Nasional” merupakan bentuk pengakuan publik terhadap dedikasi dan komitmen Nasaruddin Umar. 

“Sebagai seorang akademisi dan tokoh agama, Nasaruddin Umar memiliki pemahaman mendalam tentang tantangan kerukunan di tengah keberagaman Indonesia. Kinerjanya mencerminkan pendekatan yang humanis, progresif, dan penuh empati dalam melayani umat,” ungkapnya.

Dalam 100 hari pertama, Nasaruddin Umar memprioritaskan beberapa agenda utama yang dianggap berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pelayanan keagamaan, di antaranya:

Digitalisasi Layanan Haji dan Umrah: Kemenag berhasil mempercepat proses transformasi digital, yang mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan terkait haji dan umrah. Inisiatif ini mencakup sistem pendaftaran berbasis daring dan transparansi data calon jamaah.

Moderasi Beragama: Program moderasi beragama menjadi fokus utama untuk memperkuat harmoni dan toleransi di tengah keberagaman. Nasaruddin Umar secara aktif mendorong dialog lintas agama dan mempromosikan nilai-nilai inklusivitas di berbagai lini masyarakat.

Penguatan Pendidikan Keagamaan: Dalam rangka mendukung pendidikan berbasis nilai, Kemenag telah meningkatkan dukungan kepada madrasah, pondok pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan. Anggaran tambahan juga dialokasikan untuk membangun infrastruktur dan pelatihan bagi guru agama.

Muhammad Aras Prabowo menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam memperkuat program-program Kemenag 

“Sebagai akademisi, kami mendukung penuh langkah-langkah progresif yang telah diambil Nasaruddin Umar. Program moderasi beragama dan digitalisasi layanan merupakan contoh nyata bagaimana kebijakan pemerintah dapat menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya konsistensi dan keberlanjutan program-program Kemenag. 

“Dalam konteks keagamaan, tantangan tidak hanya datang dari internal umat, tetapi juga dari eksternal. Oleh karena itu, visi jangka panjang Nasaruddin Umar untuk menciptakan harmoni lintas agama patut diapresiasi,” bebernya.

Melihat capaian 100 hari ini, Aras Prabowo berharap Kemenag terus meningkatkan kinerjanya dalam memperluas akses pendidikan keagamaan berbasis teknologi; meningkatkan peran agama sebagai katalis dalam membangun harmoni sosial; dan memperkuat hubungan dengan komunitas internasional dalam isu-isu lintas agama.

“Kami yakin bahwa dengan sinergi yang baik, nilai-nilai agama dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun masyarakat yang adil, makmur, dan damai,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya