Berita

Kader Partai Bulan Bintang (PBB) Gugum Ridho Putra mendeklarasikan diri menjadi calon ketua umum PBB periode 2025-2030 dalam Muktamar DPP PBB Ke-VI pada 13-15 Januari 2025 di Bali./Ist

Politik

Keponakan Yusril, Gugum Ridho Putra Maju Calon Ketum PBB

RABU, 08 JANUARI 2025 | 20:37 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Keponakan dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumhamipas) Yusril Ihza Mahendra yakni Gugum Ridho maju menjadi calon ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) periode 2025-2030.

Deklarasi ini disampaikan langsung oleh Gugum sebelum Muktamar DPP PBB Ke-VI pada 13-15 Januari 2025 di Bali.

"Saya Gugum Ridho Putra anggota Partai Bulan Bintang dengan nomor 32.22.06.29.1252 mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon ketua umum periode 2025-2030," kata Gugum di Hotel Asyana Jakarta Pusat pada Rabu, 8 Januari 2025.


Adapun alasan Gugum maju dalam Muktamar karena hendak memperbaiki internal PBB dan meraih suara generasi milenial serta Gen-Z dalam pemilu-pemilu selanjutnya. 

Apalagi, sejak PBB didirikan pada 26 tahun semenjak era reformasi, PBB terus menghadapi tantangan-tantangan.

Maka dari itu, PBB perlu melakukan kerja-kerja akselerasi untuk menguatkan eksistensinya.
"Guna memampukan partai ini melakukan kerja-kerja akselerasi tersebut, Partai Bulan Bintang perlu melibatkan anak-anak muda (Generasi Milenial dan Gen-Z), menginspirasi anak-anak muda untuk percaya bahwa politik adalah jalan luhur
memperbaiki bangsa dan negara," tegas Gugum.

Sementar itu, Ketua DPW Sulawesi Barat, Afiat Rifai mengatakan bahwa Gugum telah mendapat banyak dukungan dari puluhan DPW untuk maju sebagai calon ketua umum PBB, dintaranya dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Jogjakarta, Banten, Maluku Utara, Maluku, Lampung, Aceh, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya