Berita

Jakarta Stemcell Centre: Kesehatan Bukan Hanya jadi Tanggung Jawab Individu/Net

Kesehatan

Jakarta Stemcell Centre: Kesehatan Bukan Hanya jadi Tanggung Jawab Individu

RABU, 08 JANUARI 2025 | 13:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kesehatan adalah dasar dari kehidupan yang berkualitas. Jakarta Stemcell Centre menegaskan berkomitmennya untuk memberikan solusi kesehatan yang tidak hanya membantu pasien, tetapi juga memperkaya kehidupan mereka secara keseluruhan.

Dengan mengintegrasikan teknologi mutakhir dan perhatian yang mendalam terhadap kebutuhan pasien, Jakarta Stemcell Centre hadir untuk menjawab tantangan kesehatan modern. 

Sari W. Pramono, Founder Jakarta Stemcell Centre, mengatakan, dalam satu tahun terakhir, Jakarta Stemcell Centre terus berfokus pada pengembangan layanan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat Jakarta dan sekitarnya. 


"Klinik ini tidak hanya menjadi tempat untuk perawatan medis tetapi juga menghadirkan pengalaman holistik yang mendukung gaya hidup sehat berkelanjutan," terang Sari dalam keterangannya yang ikutip Rabu 8 Januari 2025.

"Upaya ini diwujudkan melalui tim medis yang profesional, fasilitas modern, dan pendekatan berbasis data yang memastikan pasien mendapatkan perawatan terbaik," lanjutnya. 

Hal senada diungkapkan oleh Dr. dr. Cosmos Mangunsong, Sp.M (K), Founder dan Chief of Science and Therapy Jakarta Stemcell Centre.

“Bagi kami, perjalanan ini adalah langkah awal dalam membangun layanan kesehatan yang lebih baik. Kami ingin terus menjadi bagian dari solusi kesehatan di Indonesia, menghadirkan perawatan yang tidak hanya menyembuhkan tetapi juga memotivasi pasien untuk menjalani hidup yang lebih sehat,” katanya, 

Menandai satu tahun kehadirannya, Jakarta Stemcell Centre merayakannya dengan mengusung tema "Forever Young, Forever Healthy: A New Era of Holistic Health" yang menjadi momen refleksi dan memperkuat visi untuk memperluas jangkauan layanannya. 

Dengan dukungan mitra seperti MÉTIER Private Jeweller dan Batik Trusmi, serta partisipasi mitra lainnya seperti Jakarta Hair Transplant Centre, Klinik Akupunktur Tutik, Sarinah, dan Pipiltin Cocoa, acara ini
mencerminkan kolaborasi yang menghubungkan kesehatan, seni, dan budaya. 

Sinergi ini menunjukkan bahwa kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga merupakan hasil kerja sama berbagai sektor.

“Kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor dan inovasi berbasis teknologi adalah kunci untuk menciptakan layanan kesehatan yang lebih inklusif. Dengan ini, kami berharap dapat memperkuat ekosistem kesehatan di Indonesia dan menjadi pionir dalam solusi medis berbasis terapi stem cell,” ujar Sari. 

Ia menegaskan, di tahun 2025 ini,  Jakarta Stemcell Centre siap melangkah lebih maju dengan terus mengutamakan pendekatan yang personal dan preventif, untuk memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang paling tepat sesuai kebutuhan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya