Berita

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid/Ist

Politik

Usman Hamid Lega, Libur Nataru 2025 Tak Terpengaruh Insiden Perancis-Nigeria

JUMAT, 03 JANUARI 2025 | 20:43 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid bersyukur perayaan libur hari raya Natal 2024 dan tahun baru 2025 di Indonesia secara keseluruhan berjalan aman.

Hal ini tidak terlepas dari peran polisi yang menjaga kondusifitas keamanan, sehingga kerawanan bisa dicegah dan tidak terjadi insiden perayaan tahun baru seperti di Perancis atau Natal di Nigeria.

Aktivis yang juga dosen ini menceritakan kenyamanan menikmati libur Nataru bersama keluarga di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat dan Yogyakarta. Dia juga mengamini bahwa perayaan tahun baru berjalan aman.


"Selama libur Nataru saya jalan-jalan berlibur ke Wonosobo, Dieng, Salatiga, Magelang, Pekalongan dan Jogja. Semuanya lewat jalan darat. Aman. Malam tahun baru kami jalan di sepanjang jalan MH. Thamrin dan Sudirman yang ditutup. Dari sekian banyak panggung, kami pilih depan Sarinah karena ada konser Feby Putri. Aman juga," kata Usman ketika ditanya kegiatannya selama libur Nataru.

"Selepas malam tahun baru, kami lanjut lagi ke Jogja, Magelang, dan Semarang. Selain cuaca, ada sedikit kekhawatiran sih seperti insiden perayaan taun baru di Perancis atau Natal di Nigeria. Tapi alhamdulillah libur Natal dan Tahun Baru 2025 lancar dan aman. Apresiasi untuk petugas lapangan Polri" pungkas Usman.

Seperti diberitakan, terjadi aksi pembakaran ratusan mobil saat perayaan malam tahun baru di Perancis. Aksi itu berujung dengan banyak penangkapan sehingga mengganggu kenyamanan warga dan wisatawan di negeri itu. Di Lyon, misalnya, kericuhan terjadi setelah seorang balita berusia dua tahun mengalami luka serius di bagian wajah dan mata akibat terkena percikan kembang api yang mengenai kereta mainan yang ditumpanginya.

Menjelang perayaan akhir tahun, kepolisian ibukota Perancis misalnya mengerahkan 10.000 personel untuk mengamankan area ibu kota. Bahkan keseluruhan personil polisi yang dikerahkan di seluruh negeri Perancis berjumlah 100.000. 

Sementara di Nigeria terjadi sejumlah insiden yang cukup parah ketika berlangsung acara amal menyambut perayaan Natal. Negeri yang berpenduduk 210 juta jiwa itu tengah mengalami krisis ekonomi. Puluhan orang dewasa dan anak-anak tewas akibat aksi perebutan bantuan Natal. Selama seminggu perayaan Natal, ada 32 orang dewasa dan 35 anak-anak dilaporkan tewas dalam insiden saling dorong di tiga acara amal Natal di sana. 210 juta jiwa itu.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya