Berita

Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo/Net

Politik

Sederet "Dosa" Jokowi di Tengah Tuduhan Tokoh Terkorup Dunia

RABU, 01 JANUARI 2025 | 22:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Wajar Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) masuk sebagai finalis tokoh terkorup dunia tahun 2024 pada laporan Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

Direktur Eksekutif Oversight of The Indonesian Democratic Policy, Satyo Purwanto menilai selama 10 tahun menjadi Presiden Indonesia, Jokowi banyak berdosa kepada rakyat.

"Jokowi dikenal karena ucapannya yang selalu enggak sinkron dengan tindakan. Maka Jokowi pantas disebut jadi salah satu tokoh paling korup," kata Satyo kepada Kantor Berita Ekonomi & Politik RMOL, Rabu, 1 Januari 2025.


Satyo lantas kembali mengingatkan beberapa pernyataan Jokowi yang tidak sinkron dengan fakta di lapangan, mulai dari pemberantasan korupsi hingga pengentasan kemiskinan. 

"Jokowi pernah berkali-kali mengucapkan korupsi adalah pangkal masalah pembangunan. Dari urusan manajemen pemerintahan, penegakan hukum, penciptaan lapangan kerja, mutu pekerjaan, pelayanan masyarakat, pendapatan negara hingga harga kebutuhan pokok'. Namun itu berbanding terbalik dengan fakta yang terjadi," terang Satyo.

Satyo menilai, pidato Jokowi selama menjadi Presiden Indonesia hanya lips service karena tidak sesuai dengan kenyataan. Bahkan Satyo melabeli rezim Jokowi paling buruk pasca reformasi dalam konteks pemberantasan korupsi.

"Itu terbukti dari skor pemberantasan korupsi menurun drastis dan anjloknya indeks pemberantasan korupsi di banding periode kepresidenan sebelum Jokowi," tutur Satyo.

Jokowi juga melakukan pelemahan institusi penegakan hukum melalui revisi UU KPK. Kemudian, menginisiasi lahirnya UU Omnibus Law, revisi UU KUHP, revisi UU Minerba dan lainnya.
 
"Jokowi bahkan melakukan kejahatan konstitusi dengan membiarkan MK mengubah syarat (usia) cawapres dan mengangkat ratusan pejabat pelaksana tugas gubernur, walikota dan bupati di seluruh Indonesia, serta dugaan penyalahgunaan bansos pemerintah untuk kepentingan pemilu," urainya.

Yang tak kalah penting, Jokowi dituding telah melakukan tindakan tercela saat menjabat presiden dengan membangun ekosistem relasi kuasa yang koruptif dan sarat KKN.

"Bahkan kasus korupsi menjadi alat sandera politik, bukan dimaksudkan untuk penegakan hukum," pungkas Satyo.

Sementara itu, Jokowi telah merespons santai laporan OCCRP yang memasukkan namanya sebagai salah satu finalis tokoh dunia terkorup 2024.

"Korup apa, yang dikorupsi apa? Ya dibuktikan," ujar Jokowi santai.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Ditunggu Sayembara Mencari Silfester Matutina

Senin, 07 September 2026 | 02:30

TK-SD-SMP di Kota Bogor Berlakukan PJJ

Senin, 07 September 2026 | 02:03

Ujian KPK terkait Paulus Tannos: Jangan cuma Nangkap, tapi Kembalikan Aset

Senin, 07 September 2026 | 01:40

Water Mist Disemprot di Jalanan Jakarta Gegara Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 01:15

Dedi Mulyadi Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 01:01

Dalam Tiga Hari, Hampir 2.000 Orang Keracunan MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:44

Fahira Idris Sodorkan Enam Rekomendasi untuk MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:16

Pemadam Semprot Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 00:03

GMNI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie, Ini Sebabnya

Minggu, 06 September 2026 | 23:52

Likuiditas Bank Masih Terjaga

Minggu, 06 September 2026 | 23:40

Selengkapnya