Berita

Dok Foto/Ist

Bisnis

Program “MetraNet Mengajar” Dekatkan Dunia Industri bagi SMK

SENIN, 23 DESEMBER 2024 | 18:42 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketidakselarasan antara keterampilan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan dunia kerja masih menjadi tantangan besar dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten. 

Untuk menjawab tantangan ini, Metranet yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkomitmen pada tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) Metranet Mengajar dengan tema “Unlocking Career Opportunities with Rekans Metranet” di SMK PKP 1 Jakarta, beberapa waktu lalu.

Acara ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan keterampilan (skills gap) antara dunia pendidikan dan industri melalui pembelajaran langsung dari para praktisi Metranet. Program ini dirancang untuk memperkuat tiga elemen utama, yaitu Skill (keahlian), Knowledge (pengetahuan), dan Attitude (sikap profesional), sehingga para siswa/i SMK dapat mempersiapkan diri untuk bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.


VP HCCA Legal & RM Metranet Rikki P. Ananto mengatakan, melalui program CSR Metranet Mengajar, kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan di dunia kerja saat ini. 

“Program ini adalah bentuk komitmen kami untuk menciptakan sinergi antara dunia pendidikan dan industri, sehingga lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menghadapi tantangan di era digital ini," kata Rikki dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin, 23 Desember 2024.

Sebagai bagian dari inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG), program ini juga mendukung kampanye #AyoBerAKSI dari TelkomGroup yang berfokus pada tanggung jawab sosial dan lingkungan. 

Melalui pelatihan yang dipandu oleh praktisi berpengalaman dari Metranet, siswa memperoleh peningkatan soft skill dan hard skill, mulai dari persiapan memasuki dunia kerja hingga pengembangan keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

“Hadirnya program Metranet Mengajar di sekolah kami sangat mendukung implementasi Projek, Profil, Penguatan, Pelajar, Pancasila (P5) yang menjadi bagian dari kurikulum Merdeka Belajar. Program ini sangat bermanfaat bagi siswa kami, karena memberikan mereka bekal keterampilan praktis dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Dengan dukungan Metranet, kami percaya siswa-siswi kami akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujar Kepala Sekolah SMK PKP 1 Jakarta Yosep Saifulloh.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Metranet memberikan donasi berupa satu unit laptop dan sebuah kamera set untuk mendukung praktik kerja siswa di sekolah tersebut. Donasi ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan teknis siswa dan memfasilitasi proses belajar yang lebih efektif, sekaligus memberikan mereka akses ke alat yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Melalui program ini, Metranet terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan generasi muda Indonesia serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Metranet dan institusi pendidikan dalam mengembangkan kurikulum yang lebih adaptif dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pasar tenaga kerja.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya