Berita

Sekretaris Eksekutif, Bakumsu, Juniaty Aritonang/RMOL

Politik

Catatan Bakumsu: Demokrasi Indonesia Masih Pada Tataran Elektoral, Substansi Belum

JUMAT, 20 DESEMBER 2024 | 20:08 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Masyarakat Indonesia patut bersyukur atas proses demokrasi seperti Pemilu 2024 yang berjalan dengan baik. Namun begitu, pesta demokrasi yang digelar pada tahun ini baik untuk pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang digelar pada Februari 2024 maupun pemilihan kepala daerah pada November 2024, masih tetap menyisakan berbagai persoalan yang menguras banyak tenaga dan energi.

Hal ini menjadi catatan yang disampaikan Sekretaris Eksekutif Bakumsu, Juniaty Aritonang saat menyampaikan keterangan pada Refleksi dan Launching Catahu Bakumsu 2024 “ Episode Panjang penegakan hukum dan pelanggaran HAM di Sumatera Utara”, Eskalasi konflik agraria, sumber daya alam, lingkungan dan kekerasan di 2024 di Hotel Grandika, Medan, Jumat, 20 Desember 2024.

“Pemilu berjalan banyak menguras tenaga, baik bagi sipil dan aparat. Artinya meski kita sebut berjalan dengan baik, namun harus kita sampaikan bahwa demokrasi kita tidak baik-baik saja,” katanya.


Bagi Bakumsu, persoalan seputar Pemilu 2024 tidak hanya terfokus pada sisi elektoralnya saja. Namun, lebih dari hal tersebut demokrasi seharusnya dilihat dari substansi yang tercapai dari pelaksanaan demokrasi tersebut.

“Kalu kita berkaca dengan situasi yang terjadi demokrasi sekarang hanya eletoralnya yang berjalan baik, namun substansi dari demokrasi itu tidak tercapai dengan baik,” sebutnya.

Tidak hanya dari sisi substansi yang tidak tercapai, dari sisi ketokohan dari semua calon yang muncul hal ini juga memicu keprihatinan. Sebab, tidak ada satu pun pasangan calon yang dinilainya mampu merefleksikan kebutuhan akan pentingnya menyelesaikan persoalan agraria.

“Mereka memang ada menyebut gugus tugas reformasi agraria. Tapi itu bukan substansinya, yang kita mau adalah bagaimana penyelesaian konflik masyarakat, persoalan SDA yang terjadi di pantai Barat dan pantai Timur yang butuh penyelesaian konflik,” tegasnya.

Pada catatan refleksi akhir tahun ini, Bakumsu memaparkan berbagai catatan penting mereka seputar supremasi hukum dan HAM yang terjadi di Sumatera Utara. Hadir juga Ketua Pusat Kajian HAM, Majda El Muhtaj sebagai pembanding dalam kegiatan tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya