Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Dow Menguat, Akhiri Penurunan Sepuluh Sesi di Wall Street

JUMAT, 20 DESEMBER 2024 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks utama saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street, ditutup menguat. 

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average ditutup naik 15,37 poin, atau 0,04 persen, menjadi 42.342,24 pada perdagangan Kamis 19 Desember waktu setempat atau Jumat pagi WIB. 

S&P 500 turun 5,08 poin, atau 0,09 persen, menjadi 5.867,08. Sementara Nasdaq Composite Index melemah 19,92 poin, atau 0,10 persen, menjadi 19.372,77.


Dow, yang mencatat kerugian beruntun selama sepuluh sesi, kerugian terpanjang sejak 1974, akhirnya berhasil bangkit.

Data ekonomi yang dirilis pada sesi Kamis sejalan dengan pandangan the Fed, dengan klaim pengangguran awal mingguan turun lebih dari ekspektasi.

Analis  Ingalls & Snyder di New York,Tim Ghriskey, memperkirakan suku bunga tidak akan terus turun jika laju inflasi tidak melambat.

"Kita melihat inflasi sedikit meningkat di sini, dan itu menjadi perhatian The Fed," kata Tim Ghriskey.

Saham perbankan menguat 0,3 persen karena kenaikan imbal hasil cenderung meningkatkan profitabilitas pemberi pinjaman. Pemerintahan Trump yang akan datang diperkirakan melonggarkan peraturan di sektor tersebut.

Saham pengembang perumahan, Lennar, anjlok 5,2 persen setelah melaporkan kinerja kuartal keempat di bawah estimasi, membebani indeks perumahan PHLX , yang tersungkur 2,6 persen.

Saham-saham Eropa merosot, menuju persentase penurunan terbesar dalam lima minggu karena sinyal hawkish The Fed membuat investor meninggalkan aset-aset berisiko. 

Hari ini, Bitcoin memperpanjang aksi jualnya setelah keputusan Fed. Dalam mata uang kripto, bitcoin turun 4,43 persen menjadi 96,569.00 Dolar AS. Ethereum turun 7,86 persen menjadi 3,401.20 Dolar AS.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya