Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Musim Semi Ekonomi Islam di Indonesia

Oleh: Hilma Fanniar Rohman*
RABU, 18 DESEMBER 2024 | 23:09 WIB

INDONESIA sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memasuki era baru dalam perkembangan ekonominya yang dikenal sebagai "musim semi" ekonomi Islam. 

Tahun 2025 diprediksi menjadi titik penting dalam memperkuat sistem ekonomi Islam, dengan dukungan inovasi teknologi, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap prinsip ekonomi syariah, dan kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhannya. Dengan potensi sumber daya manusia yang melimpah dan kemajuan teknologi digital, Indonesia berada di jalur yang menjanjikan untuk menjadi pusat ekonomi Islam global.

Potensi Ekonomi Islam di Indonesia


Ekonomi Islam di Indonesia mencakup sektor keuangan syariah, zakat, wakaf, industri halal, dan pariwisata ramah Muslim. Berdasarkan laporan Indonesia Halal Economy 2023, kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia terus meningkat, terutama di sektor makanan halal, keuangan syariah, dan fesyen Muslim. Ini menunjukkan bahwa ekonomi Islam tidak hanya relevan dari sisi religius, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.

Keuangan syariah menjadi pilar utama dalam pengembangan ekonomi Islam di Indonesia. Bank-bank syariah, asuransi syariah, dan lembaga keuangan berbasis syariah terus berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan produk keuangan yang adil dan transparan. 

Industri halal, termasuk sektor makanan, kosmetik, farmasi, dan fesyen Muslim, semakin berkembang sebagai bagian integral dari ekonomi Islam. Sertifikasi halal menjadi faktor kunci untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Di sektor pariwisata, destinasi wisata di Indonesia semakin banyak yang menawarkan fasilitas ramah Muslim, seperti hotel syariah dan kuliner halal, yang berpotensi menarik wisatawan Muslim dari dalam dan luar negeri.

Kebijakan Pemerintah yang Mendukung

Pemerintah Indonesia memainkan peran penting dalam mendorong perkembangan ekonomi Islam. Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 (MEKSI) telah mencakup berbagai kebijakan untuk mempercepat pengembangan sektor ini. 

Di antaranya adalah penguatan infrastruktur keuangan syariah di daerah, insentif bagi industri halal, dan peningkatan literasi ekonomi Islam melalui program pendidikan. Implementasi MEKSI diharapkan dapat memberikan dampak nyata pada 2025, mendorong lebih banyak pelaku usaha dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam ekonomi syariah.

Peran Teknologi dalam Ekonomi Islam

Teknologi digital menjadi penggerak utama dalam musim semi ekonomi Islam. Integrasi teknologi dalam sektor keuangan syariah, zakat, dan wakaf mempercepat akses dan transparansi. Platform e-commerce yang menjual produk halal juga semakin mempermudah konsumen Muslim dalam memenuhi kebutuhan mereka. 

Teknologi blockchain, kecerdasan buatan (AI), dan big data akan semakin memperkuat sektor ini. Blockchain, misalnya, dapat digunakan untuk memastikan transparansi alur dana zakat dan wakaf, sementara AI dan big data akan meningkatkan efisiensi dalam analisis kebutuhan pasar dan pengambilan kebijakan.

Meskipun prospek ekonomi Islam sangat cerah, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah kurangnya literasi ekonomi Islam di kalangan sebagian masyarakat, serta ketimpangan akses terhadap teknologi di daerah pedesaan. Namun, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah yang berkelanjutan, tantangan tersebut dapat diatasi.

Tahun 2025 diperkirakan menjadi titik awal musim semi ekonomi Islam di Indonesia. Dengan memanfaatkan inovasi digital, memperkuat sektor keuangan syariah, dan mengoptimalkan potensi zakat, wakaf, serta industri halal, ekonomi Islam akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama dalam perekonomian Indonesia. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan lembaga keuangan syariah, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat ekonomi Islam global, mewujudkan kemakmuran bagi seluruh umat.


*Penulis adalah Dosen Perbankan Syariah, Universitas Ahmad Dahlan

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Pidato Berapi-api Jokowi di Rakernas PSI Diramalkan Jadi yang Terakhir

Minggu, 08 Februari 2026 | 02:33

UPDATE

Mesir Kucurkan Bansos Rp13 Triliun Jelang Ramadan, Gaji PNS Dibayar Lebih Awal

Selasa, 17 Februari 2026 | 10:10

Emas Antam Turun Dua Hari Beruntun, Termurah Rp1,5 Juta

Selasa, 17 Februari 2026 | 10:05

Kong Miao TMII Sambut Imlek 2577 dalam Nuansa Pagi yang Damai

Selasa, 17 Februari 2026 | 09:50

Perayaan Imlek 2026 di Vihara Kwan In Thang Pondok Cabe Penuh Khidmat

Selasa, 17 Februari 2026 | 09:40

Harga Minyak Dunia Naik Tipis Terdampak Musim Liburan

Selasa, 17 Februari 2026 | 09:31

453 Personel Gabungan Amankan Puluhan Vihara di Jakarta Barat

Selasa, 17 Februari 2026 | 09:22

Momen Imlek 2026: Rutan KPK Berikan Layanan Kunjungan Khusus bagi Keluarga Tahanan

Selasa, 17 Februari 2026 | 09:13

Mengenal Sejarah dan Makna Tradisi Munggahan di Tanah Sunda

Selasa, 17 Februari 2026 | 09:05

Menlu Sugiono Akan Hadiri Pertemuan DK PBB di New York, Fokus Bahas Palestina

Selasa, 17 Februari 2026 | 09:00

Emas Terpeleset: Libur Panjang dan Dolar AS Jadi Penghambat

Selasa, 17 Februari 2026 | 08:55

Selengkapnya