Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Peran Siber Intelijen Penting Hadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa

SELASA, 17 DESEMBER 2024 | 19:27 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Penyebaran informasi yang tidak akurat atau menyesatkan melalui platform media sosial seperti TikTok, Instagram dan sebagainya kerap memicu polarisasi sosial, ketegangan antar kelompok dan bahkan ancaman disintegrasi bangsa.

Hal itu bisa disederhanakan dengan fenomena post-truth yang merujuk pada situasi di mana emosi dan opini pribadi memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan fakta objektif dalam membentuk opini publik.

"Sebagai contoh, konten hoax yang viral di media sosial sering kali digunakan untuk memanipulasi persepsi masyarakat terhadap isu-isu sensitif, mulai dari politik hingga agama, yang dapat memperburuk kerentanan terhadap disintegrasi," kata pengamat intelijen dan isu strategis dari ILDRC (Intelligence Legal Democracy Research Center), Muhammad Arbani dalam keterangan resmi, Selasa, 17 Desember 2024.


Lanjut dia, selain itu kehadiran informasi hoax di perjudian daring atau judi online turut memperburuk situasi.

"Tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi dan sosial, tetapi juga berpotensi menjadi alat pendanaan bagi aktivitas ilegal yang mengancam stabilitas nasional," tutur Arbani.

Tak jarang, maraknya promosi judi online telah terbukti memicu perpecahan sosial, memperburuk kesejahteraan masyarakat, dan mengakibatkan kerugian ekonomi dalam skala besar.

Dalam menghadapi tantangan ini, pengawasan siber yang efektif menjadi kebutuhan yang mendesak, termasuk adanya lembaga yang secara khusus menangani ancaman-ancaman di ranah digital.

"Di Indonesia, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memiliki peran strategis dalam melindungi keamanan siber nasional, termasuk dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa," kata Arbani.

Tak hanya itu, BSSN bertugas menjaga keamanan informasi, termasuk memitigasi ancaman terhadap infrastruktur penting nasional dan mencegah penyalahgunaan teknologi informasi.

Namun, tantangan ke depan memerlukan upaya yang lebih terpadu, terutama dalam mengantisipasi penyebaran hoaks dan aktivitas ilegal di dunia maya.

"Dengan peran siber intelijen yang kuat, BSSN diharapkan dapat mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons berbagai ancaman siber yang berpotensi mengganggu integrasi bangsa," terangnya.

Terpenting dari itu, Arbani menyebut perlu adanya upaya peningkatan literasi digital untuk mengurangi kerentanan masyarakat terhadap ancaman siber.

"BSSN dapat bekerja sama dengan kementerian pendidikan untuk memasukkan literasi digital ke dalam kurikulum sekolah. Selain itu, program pelatihan untuk komunitas dapat dilakukan melalui kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil. Langkah ini akan memastikan bahwa literasi digital dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil," beber dia.

Lewat kampanye literasi digital, Arbani menyebut dapat didukung oleh media massa serta influencer digital.

"Pendekatan ini penting mengingat generasi muda adalah pengguna utama media sosial dan juga kelompok yang paling rentan terhadap penyebaran hoaks," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya