Berita

Simposium medis bertajuk “Revolutionary Innovation, Through Collaborative Excellence in Neurology and Cardiology” di Bali Sunset Road Convention Center pada Sabtu, 7 Desember 2024/Ist

Kesehatan

Pentingnya Teknologi Modern dalam Neurologi dan Kardiologi

SENIN, 09 DESEMBER 2024 | 03:34 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Siloam Hospitals Group menyelenggarakan simposium medis bertajuk “Revolutionary Innovation, Through Collaborative Excellence in Neurology and Cardiology” di Bali Sunset Road Convention Center pada Sabtu, 7 Desember 2024.

Tujuan dari simposium ini adalah untuk memperkenalkan, diskusi, dan berbagi update ilmu seputar perkembangan tatalaksana penyakit epilepsi dan gagal jantung. Acara ini juga dihadiri oleh 80-an dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga medis area Denpasar dan sekitarnya.

Mungkin kita menyadari bahwa maraknya pola hidup masa kini yang tanpa kita sadari memperberat kerja jantung dan saraf otak kita, jadi kita perlu membantu agar penderita epilepsi lebih stabil dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik, begitu juga bagi pasien dengan gagal jantung yang sudah kronis.


Epilepsi adalah salah satu gangguan neurologis paling umum, dengan prevalensi 1-2 persen dari populasi global, termasuk di Indonesia, di mana jutaan orang terpengaruh. Meskipun sekitar 70 persen kasus dapat dikendalikan dengan pengobatan, banyak penderita masih menghadapi kendala akses pengobatan dan stigma sosial. 

Untuk menjawab tantangan ini, Siloam Hospitals menyediakan layanan komprehensif, termasuk teknologi diagnostik terkini seperti EEG dan MRI, serta terapi inovatif seperti Vagus Nerve Stimulation (VNS), yang dirancang untuk membantu pasien dengan epilepsi yang sulit dikendalikan.

Sebagai bagian dari komitmen ini, Siloam Hospitals menghadirkan dua pakar di bidang neurologi dalam sesi edukasi khusus. dr. I Gusti Ayu Made Riantarini, Sp.S yangmembahas topik Management of Intractable Epilepsy.

Ia mengupas strategi terkini untuk menangani epilepsi yang sulit diobati. Sesi ini akan dilanjutkan oleh Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, Sp.BS, FINPS, FICS, IFAANS, SH, MH, yang akan mengulas Vagus Nerve Stimulation for Epilepsy: A Review of the Peripheral Mechanisms. 

Diskusi ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang pendekatan terapi modern tetapi juga menegaskan peran Siloam Hospitals sebagai pelopor dalam perawatan epilepsi berstandar internasional.

Gagal jantung adalah salah satu tantangan kesehatan utama di Indonesia, dengan sekitar 1,5 juta orang hidup dengan kondisi ini. Secara global, lebih dari 64 juta orang terdampak gagal jantung, menjadikannya penyebab utama rawat inap dan kematian terkait kardiovaskular. 

Untuk menjawab kebutuhan akan terapi lanjutan, Siloam Hospitals menghadirkan simposium medis bertajuk terapi canggih seperti Left Ventricular Assist Device (LVAD), yang membantu pasien gagal jantung stadium lanjut meningkatkan kualitas hidup. Acara ini ditujukan untuk para dokter guna memperluas wawasan mereka tentang inovasi terkini dalam penanganan gagal jantung.

Simposium ini diawali dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, dengan presentasi Timely Consideration for Advanced Therapy in Heart Failure: Left Ventricular Assist Device (LVAD), yang membahas pentingnya LVAD dalam terapi gagal jantung lanjut. Dilanjutkan oleh Dr. dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP (K), FIHA, FAsCC, FAPSIC, FSCAI, FESC, dengan presentasi Cardiogenic Shock in ACS: Navigating Current Controversies and Clinical Challenges, yang mengupas tantangan klinis pada gagal jantung akut. 

Melalui acara ini, Siloam Hospitals berkomitmen mendukung pengembangan keahlian medis para dokter untuk meningkatkan diagnosis dan penanganan gagal jantung secara modern.

Acara sini dibuka langsung oleh Executive Director Siloam, Dr. Hans Lie; Direktur Siloam Hospitals Denpasar, Dr. Ni Gusti Ayu Putri Mayuni dan Angelia Agustine selaku Associate Director Commercial Siloam Hospitals Group, yang turut dimeriahkan oleh sambutan perwakilan PERDOSNI Bali, Dr. dr. I Wayan Widyantara, SpN(K), Aryani, sekaligus apresiasi kepada perwakilan PERKI Bali, Dr. I Kadek Susila Surya Darma, M.Biomed, Sp.JP, Subp.KI, IKKv(K), FIHA, FASCC.

“Group Siloam Hospitals memiliki 41 unit rumah sakit yang tersebar di 30 kota seluruh Indonesia dan kami memiliki peran untuk mendukung pemerintah dalam menerapkan pelayanan kesehatan berjenjang,” ujar Associate Director Commercial Siloam Hospitals Group, Angelia Agustine dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu, 8 Desember 2024.

“Siloam Hospitals Group menambah banyak layanan unggulan sekaligus investasi banyak alat canggih berteknologi tinggi demi mendampingi pelayanan prosedur tindakan hi-advanced agar menyempurnakan secara komprehensif dan memberikan hasil maksimal bagi para pasien. Yang mana dalam pelayanan khusus seperti transplantasi ginjal, transplantasi sumsum tulang khusus untuk penderita Multiple Myeloma, dan ke depannya juga melayani transplantasi hati, transplantasi jantung (Left Ventricular Assist Device/LVAD),” tambahnya. 

Siloam Hospitals Group sendiri sudah tidak asing dalam prosedur tindakan sangat sulit seperti ini sehingga menghimbau masyarakat Indonesia untuk berobat di negara sendiri. 

Apalagi Siloam Hospitals Group sudah sangat terpercaya melakukan prosedur hi-advanced tersebut yang ditopang fasilitas medical devices. Hal itu terbukti sangat mumpuni dan telah menyembuhkan jutaan pasien masyarakat Indonesia. 

“Khusus untuk pelayanan jantung sendiri, kami telah melayani tindakan-tindakan sulit baik untuk jantung seperti Bentall (operasi perbaikan aorta), TAVI (Transcatheter Aortic Valve Implantation), MVR/AVR, perbaikan katup jantung, berbagai operasi prosedur hi-advanced di bidang neurologi, ortopedi, pencernaan, onkologi, uro-nefrologi, dan masih banyak prosedur lainnya,” pungkas Angela.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya