Berita

Banjir di Kabupaten Sukabumi/Repro

Nusantara

PLN Padamkan Listrik 90 Ribu Pelanggan di Sukabumi dan Cianjur

KAMIS, 05 DESEMBER 2024 | 04:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

PLN melakukan pemadaman listrik ratusan ribu pelanggan di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur yang terdampak banjir dan longsor. 

Curah hujan tinggi sejak Selasa 3 Desember 2024 hingga Rabu 4 Desember 2024 yang melanda wilayah Sukabumi menyebabkan genangan air di sejumlah lokasi hingga terjadinya longsor dan tanah bergerak.

Sedangkan di Cianjur, longsor terjadi di wilayah ULP Sukanagara dan ULP Tanggeng, Cianjur. Hal ini disebabkan hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah Cianjur, termasuk Kecamatan Cibeber, Kecamatan Pagelaran, dan Kecamatan Tanggeung. 


Tanah longsor itu mengakibatkan pohon roboh dan menimpa jaringan SUTM, sehingga menyebabkan tiang TM ikut roboh dan memadamkan listrik di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data yang diterima, hingga Rabu 4 Desember 2024 pukul 19.15 WIB, 140.586 pelanggan PLN terdampak di Sukabumi dan Cianjur. Tercatat 90.078 pelanggan masih mengalami pemutusan aliran listrik.

Selain itu, 1.383 gardu terdampak dan 705 gardu di antaranya masih padam. Kemudian yang sudah menyala 678 gardu.

Manajer PLN UP3 Sukabumi, Yuniar Budi Satrio mengatakan, proses pemulihan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pada wilayah yang sudah dinyatakan aman.

"Kami segera memobilisasi tim untuk memeriksa kondisi jaringan listrik dan memperbaiki jaringan kelistrikan akibat bencana alam yang terjadi. Keselamatan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami," kata Yuniar dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar.

"PLN terus bersiap siaga mengamankan pasokan listrik dan memantau wilayah terdampak banjir dan tanah longsor," sambungnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya