Berita

Ilustrasi tentara Ukraina/Net

Dunia

Tentara Ukraina Ragu Trump Penuhi Janjinya Akhiri Perang Rusia

RABU, 04 DESEMBER 2024 | 17:01 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketakutan meningkat di seluruh Ukraina bahwa presiden terpilih AS, Donald Trump tidak bisa menepati janjinya untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

Selama masa kampanye, Trump kerap sesumbah bahwa saat ia terpilih dirinya hanya membutuhkan waktu 24 jam untuk mendamaikan Ukraina dengan Rusia.

Tentara Ukraina bernama Kostya, yang berperang melawan pasukan Rusia di wilayah Donbas timur mengaku skeptis terhadap gencatan senjata antara Kyiv dan Moskow di bawah kepemimpinan Trump.


"tanggal 20 Januari adalah pelantikan Trump. Tanggal 21 Januari adalah akhir perang. Pada tanggal 22 Januari, saya berencana merayakan ulang tahun saya di rumah,” kata Kostya dengan nada sarkastis, seperti dimuat AFP pada Rabu, 4 Desember 2o24.

Pria berusia 23 tahun itu tengah menikmati waktu istirahat bersama beberapa rekannya, sambil menyantap kebab beberapa kilometer dari kota Kurakhove yang diserang pasukan Rusia.

“Perdamaian cepat mungkin saja terjadi,” lanjut Kostya dengan lebih serius.

“Tetapi hanya dengan biaya kami,” sela Valerya, pria berusia 22 tahun yang bertugas bersamanya.

Trump belum memberikan perincian apapun tentang bagaimana ia dapat membawa pihak-pihak yang bertikai ke meja perundingan, apalagi mencapai kesepakatan yang akan diterima keduanya.

Berbeda dengan Presiden Joe Biden, Trump juga tidak menyerukan kemenangan Ukraina dan telah berulang kali mengkritik bantuan militer Amerika ke Kyiv.

Kekhawatiran atas pendekatan yang akan diambilnya saat menjabat semakin meningkat setelah ia menunjuk Keith Kellogg, seorang pensiunan jenderal yang telah meminta Kyiv untuk membuat konsesi guna mengakhiri perang, sebagai Duta Besar AS untuk Ukraina.

Janji untuk segera mengakhiri pertempuran tidak memberikan jaminan bagi tentara Ukraina yang kelelahan karena pertempuran selama hampir tiga tahun melawan pasukan Rusia.

Kostya mengatakan bahkan gencatan senjata sementara tidak akan menghentikan Rusia.

"Kami hanya akan mendapatkan perdamaian jangka pendek, perang akan terus berlanjut," katanya.

Ia sudah merasa bahwa sekutu Barat meninggalkan Ukraina untuk berjuang sendiri melawan musuh yang jauh lebih kuat.

"Kami sedang ditinggalkan sekarang. Tidak masalah apakah Trump menjadi presiden atau tidak. Mereka akan membuat kesepakatan dengan Rusia lagi. Kami akan diserap," kata dia.

Serangan Rusia meningkat pada bulan November, ketika pasukannya maju lebih dari 725 kilometer persegi (280 mil persegi) wilayah Ukraina, terutama di wilayah Donetsk timur.

Itu adalah perolehan bulanan terbesar bagi Moskow sejak Maret 2022, dengan pasukannya bergerak maju ke berbagai arah, termasuk di dekat pusat logistik Pokrovsk di wilayah Donetsk.

"Kita kalah," kata Volodymyr, yang bertugas di dekat kota pertambangan batu bara itu.

Usianya 23 tahun, tetapi tampak jauh lebih tua setelah berbulan-bulan bertempur dengan melelahkan.

"Tentara sudah muak. Semua orang punya keluarga, saudara. Semua orang ingin pulang," katanya dengan suara muram.

Namun, ia juga setuju bahwa prospek perdamaian yang cepat suram.

"Rusia akan menyerang lagi, apapun yang terjadi," ujarnya lagi.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya